Piala Dunia 2022
Keampuhan Doa Ibu Warnai Perjuangan Maroko di Piala Dunia 2022, Perancis Harus Waspada di Semifinal
Keampuhan Doa Ibu Warnai Perjuangan Maroko di Piala Dunia 2022, Perancis Harus Waspada di Semifinal
SURYAMALANG.COM - Ada pemandangan melankoli yang mewarnai perjuangan Maroko di Piala Dunia 2022 Qatar.
Selain tampil gacor dan mengalahkan negara-negara unggulan di Piala Dunia 2022, Maroko juga memancing perhatian dunia dengan kehadiran ibu-ibu para pemain Maroko.
Ibu-ibu pemain Maroko datang langsung ke Qatar untuk mendukung anak-anaknya yang berjuang di Piala Dunia 2022.
Achraf Hakimi dan Sofiane Boufal adalah dua pemain Maroko yang banyak menyita perhatian terkait kehadiran ibunya.
Sukses membawa Maroko melaju ke semifinal Piala Dunia 2022, keberhasilan mereka disokong oleh peran ibu yang hebat.
Baca juga: Perancis dan Argentina Kuasai Perburuan Top Skor Piala Dunia 2022, Messi dan Mbappe Punya Gol Sama
Baca juga: Messi Samai Rekor Maradona Tampil 2 Kali di Final Piala Dunia, Argentina Total Tembus Final 6 Kali
Seorang wanita berhijab dikecup hangat oleh Achraf Hakimi setelah Maroko mengalahkan Belgia 2-0 dalam matchday kedua Grup F Piala Dunia 2022.
Dia adalah Saida Mouh, ibu dari sang bek andalan Singa Atlas.
Pemandangan indah tersebut terjepret kamera fotografer dan menjadi viral.
Momen menarik antara ibu dan anak kembali tersaji usai Maroko mempermalukan Portugal 1-0 pada laga perempat final di Stadion Al Thumama, Sabtu (10/12/2022).

Kali ini giliran Sofiane Boufal yang memerkan momen manis bersama sang bunda.
Keduanya menari di pinggir lapangan untuk merayakan keberhasilan Maroko melaju ke semifinal.
Apa yang menarik dari dua sosok emak-emak di atas? Tentu saja kisah hidupnya.
Mereka layak disebut wanita kuat karena mampu bertahan dalam kondisi keterbatasan.
Saida Mouh bukan orang terkenal dan hanya dari keluarga miskin.
Namun, bukan menjadi penghalang bagi wanita kebangsaan Maroko itu untuk membesarkan Hakimi dan dua anak lainnya.
Mouh melakukan beragam pekerjaan untuk membiayai keluarga, termasuk menjadi asisten rumah tangga alias ART.
"Ibu saya adalah seorang pembersih rumah, sedangkan ayah saya salesman keliling," tutur Hakimi.
Sama seperti Hakimi, Boufal pun tidak berangkat dari keluarga kaya raya.
Boufal memang tak pernah bicara ke publik soal identitas ibunya.
Hanya saja, dia menggambarkan wanita yang melahirkannya itu sebagai sosok tangguh dalam menghidupi dan melindungi keluarga.
"Saya tak memiliki masa kecil yang mudah karena dia (ibu) membesarkan kami seorang diri," ucap Boufal.
"Dia slealu berjuang demi kami dan memberikan hidupnya untuk kami," kata winger milik Angers itu.
Berkat doa restu ibunda, Boufal dan Hakimi mengukir prestasi dengan menjadikan Maroko sebagai tim Afrika pertama yang mencicipi semifinal dalam sejarah Piala Dunia.
Maroko bakal menghadapi Perancis dalam duel babak empat besar di Al Bayt Stadium, Rabu (14/12/2022).
Bukan mustahil mereka bisa membuat gebrakan lebih 'gila', yakni mencapai final atau bahkan juara.

Tak Ada Skema Khusus untuk Mbappe
Perancis dan Maroko bakal memperebutkan satu tiket ke final Piala Dunia 2022 Qatar.
Duel Perancis vs Maroko dalam semifinal Piala Dunia 2022 akan digelar di Stadion Al Bayt, Rabu (14/12/2022) waktu setempat atau Kamis pukul 02.00 WIB.
Nama striker Perancis, Kylian Mbappe, paling disorot jelang laga ini lantaran tampilannya yang gacor selama Piala Dunia 2022.
Terkait hal itu, Pelatih Maroko, Walid Regragui, mengaku tak menyiapkan strategi khusus untuk mematikan Kylian Mbappe.
Pelatih berusia 47 tahun itu beralasan bahwa ancaman Perancis tak sekedar Kylian Mbappe, tetapi juga pemain lainnya seperti Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele.
"Achraf Hakimi mengenal Mbappe lebih baik dari saya, dia berlatih dengannya setiap hari, saya yakin dia berada di posisi yang lebih baik daripada saya mengenal Kylian," kata Walid Regragui, dikutip BolaSport.com dan SURYAMALANG.COM dari Fotmob.
"Saya tidak akan membuat rencana untuk melawan Mbappe, sayangnya bagi kami Perancis memiliki pemain hebat lainnya."
"(Antoine) Griezmann sedang dalam top performa, (Ousmane) Dembele di sayap lain adalah pelengkap yang bagus untuk Mbappe."
"Berfokus pada Mbappe akan menjadi sebuah kesalahan."
"Hakimi adalah salah satu yang terbaik di dunia dalam posisinya juga, jadi ini akan menjadi duel hebat antara keduanya."
"Kita seharusnya tidak fokus pada Kylian, tetapi bagaimana kita akan menimbulkan masalah bagi Perancis."
"Saya yakin Hakimi akan berada di puncak permainannya," tutur Regragui menambahkan.
Update Google News SURYAMALANG.COM