Berita Tulungagung Hari Ini
Setahun Ada 24 Warga Tulungagung Meninggal karena Bunuh Diri, Ini Faktor Penyebabnya
Kecamatan Ngunut, Kedungwaru dan Karangrejo menempati posisi tertinggi, masing-masing 3 kejadian bunuh diri.
Penulis: David Yohanes | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|TULUNGAGUNG - Angka bunuh diri di Kabupaten Tulungagung hingga Jumat (16/12/2022) sebanyak 22 kejadian.
Jumlah ini meningkat dibanding pada 2021 lalu, sebanyak 18 kejadian.
Dari jumlah 22 kejadian ini terdapat korban sebanayak 24 orang.
"Ada dua kejadian yang korbannya ibu dan anaknya. Jadi ada 22 TKP, tapi korbannya ada 24 orang," terang Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu M Anshori.
Kecamatan Ngunut, Kedungwaru dan Karangrejo menempati posisi tertinggi, masing-masing 3 kejadian.
Disusul Kecamatan Gondang, Kalidawir, dan Rejotangan masing-masing 2 kejadian.
Sisanya Kecamatan Pagerwojo, Sumbergempol, Campurdarat, Ngantru, Sendang, Pucanglaban dan Kauman masing-masing 1 kejadian.
"Meningkatnya angka bunuh diri menjadi keprihatinan kita bersama. Karena mereka sebenarnya orang-orang yang butuh perhatian kita," sambung Anshori.
Faktor pendorong paling banyak karena depresi yang dialami korban.
Faktor pemicunya pun bermacam-macam, salah satunya urusan asmara.
Dua faktor lainnya karena putus asa sakit lama dan putus asa karena faktor ekonomi.
"Bunuh diri bisa kita cegah, terutama dari keluarga dekat. Butuh perhatian kita bersama," tegas Anshori.
Lanjut anshori, salah satu cara mencegah upaya bunuh diri adalah kepekaan orang dekatnya.
Jika ada keluarga yang terlihat putus asa atau depresi, harus segera didampingi.
Orang tersebut harus diajak ngomong, dikuatkan dan dihibur supaya bangkit semangatnya.