Berita Surabaya Hari Ini

Besok Pagi, 65 Ribu Penari akan Pecahkan Rekor MURI Tari Remo Unik di Surabaya

Masyarakat Surabaya menargetkan dapat memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menjadi penari Remo Unik di Indonesia.

suryamalang.com/boby
Upacara Peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-51 di Kota Surabaya diwarnai suguhan Tari Remo massal, Selasa (29/11/2022). 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Masyarakat Surabaya menargetkan dapat memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menjadi penari Remo Unik di Indonesia.

Rencananya, ada sekitar 65 ribu penari yang akan ambil bagian pada Minggu, (17/12/2022) pagi.

Diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, acara ini diikuti oleh pelajar dan anggota sanggar tari, hingga masyarakat umum. Rencananya, acara akan berlangsung serentak di 10 lokasi berbeda.

Para peserta ini di antaranya berasal dari 350 SD dan SMP serta sanggar tari di Kota Pahlawan. Sejak sepekan terkahir, para siswa telah melakukan persiapan di antaranya dengan berlatih koreografi.

Berdasarkan penjelasan Dinas Pendidikan, acara ini bertujuan untuk melestarikan budaya. "Ini menjadi salah satu upaya membentuk karakter anak-anak," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Sabtu (17/12/2022).

Dipusatkan di Jembatan Suroboyo, kegiatan ini juga terbagi di sejumlah tempat bersejarah. Di antaranya, Jembatan Merah, Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Jembatan Sawunggaling, Halaman Balai Kota, Alun-Alun Balai Pemuda Surabaya, Taman Bungkul, Taman Apsari, Taman 10 Nopember, dan halaman SD-SMP se Kota Surabaya.

Masing-masing lokasi juga memuat sejarah perjuangan. "Misalnya di Jembatan Merah, Jembatan Sawunggaling yang sejarahnya tinggi. Harapannya, anak-anak ini juga bisa menghargai nilai-nilai tempat bersejarah," katanya.

Sekalipun diikuti para siswa, acara ini tidak bersifat wajib diikuti oleh seluruh pelajar Surabaya. Termasuk, soal atribut juga tak wajib mengenakan pakaian tari Remo.

"Peserta tari dapat menggunakan celana hitam dan atas putih. Dan untuk pelajar bisa menggunakan pakaian olah raga sekolah masing-masing," jelasnya.

Untuk pelengkap, kalangan pelajar bisa mengganti udeng dengan hasduk merah putih. Termasuk juga selendang yang tidak harus berwarna merah.

Namun dapat disesuaikan dengan yang dimiliki para penari. "Harapan kami ada keseragaman, tapi bukan berarti wajib mengenakan kostum remo komplit," katanya.

"Misal gongseng (kerincing kaki) bisa perwakilan, tidak harus semuanya di sekolah itu pakai. Yang penting berseragam dan penari tidak diwajibkan memakai riasan wajah," paparnya.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menjelaskan alasan pemilihan Tari Remo dalam agenda pemecahan Rekor MURI tersebut. Selama ini, Tari Remo menjadi kesenian yang wajib dipentaskan di tiap agenda Pemkot.

"Di Surabaya, tiap Hari Jadi Kota Surabaya ada Tari Remo. Terpenting adalah lebih ke pengenalan sejarah dan rekor MURI itu sebagai bonus," kata Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar) Kota Surabaya, Heri Purwadi

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved