Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Kopemas Unisma Capai 280 Peserta, Tahun Depan Ikhtiar Berskala Internasional

Jumlah peserta Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (Kopemas) ke-3 yang diadakan LPPM Unisma capai 280 dari 34 perguruan tinggi.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang/sylvi
Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi (baju putih) memberikan cindera mata untuk narasumber Dr Agung Winarno MM (kiri) dari Universitas Negeri Malang (UM) di pembukaan acara Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (Kopemas) ke 3 yang diadakan LPPM Unisma, Rabu (21/12/2022).  

SURYAMALANG.COM|MALANG-Jumlah peserta Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (Kopemas) ke-3 yang diadakan LPPM Universitas Islam Malang (Unisma) mencapai 280 peserta dari 34 perguruan tinggi.

Jumlah peserta tahun ini meningkat  bila dibanding tahun sebelumnya dengan jumlah peserta sebanyak 134 orang. Kegiatan ini diadakan secara hibrid, Rabu (21/12/2022).

"Kopemas ke 4 tahun 2023 tahun depan akan beranjak ke skala internasional. Insyaallah kita lakukan mendatang," jelas Ketua LPPM Unisma Dr Nour Atiroh AS SSi MKes pada wartawan, Rabu (21/12/2022). Sehingga diharapkan lebih meluas lagi kepersertaanya. 

Acara dibuka oleh Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi ini bertajuk Bersama Masyarakat Mewujudkan Kampung Sejahtera Mandiri yang Berkelanjutan.

"Pengabdian kepada masyarakat yang diawali dengan penelitian akan menjadi lebih tepat guna," kata Maskuri di acara itu. Ia mengatakan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan Tri Dharma ketiga bagi dosen.

Diharapkan hasilnya bisa memberikan dampak luas terhadap pembangunan bangsa dan negara melalui aksi nyata. Hal ini selaras dengan milestone Unisma menuju enterpreneur university. Caranya dengan mengusung konsep hilirisasi hasil riset atau bahkan suatu pemikiran yang inovatif dan kreatif untuk bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

Karena itu, program strategis dari Kemendikbud dan Kemenag akan menopang implementasi enterpreneur university yang akan dilakukan Unisma pada tahun depan.

Ditambahkan Nour Atiroh, kegiatan ini juga didukung co-host/partner Unisma.

Yaitu IAIN  Palangka Raya, Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957, Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia Malang, STKIP PGRI Situbondo, Universitas Ma Chung dan Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta. "Sebagai co-host, wajib menyumbangkan minimal lima artikel untuk dipresentasikan," kata dia.

Terbanyak artikel memang dari Unisma karena para dosennya melakukan pendampingan pada mahasiswa lewat kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) yang sebelumnya bernama KKN. Kegiatan berlangsung selama 1,5 bulan. Dimana dari hasil pendampingan itu ada produk luaran yang harus dihasilkan.

Topik yang diangkat dosen dan mahasiswa Unisma beragam. Ada digitalisasi, UMKM, Bumdes dan sebagainya. "Tergangtung prodinya," kata wanita berkacamata ini. Hasil pengabdian pada masyarakat itu dipresentasikan dalam konferensi ini. Selanjutnya full paper karya dosen-mahasiswa akan menjadi prosiding ber ISBN. Sehingga dampaknya akan meluas keterbacaannya di masyarakat.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved