Berita Malang Hari Ini

Viral Video di Medsos Penggunaan MSG untuk Memutihkan Kulit, Ini Kata Dosen FK UB

Beredar video viral di media sosial tentang tips memutihkan kulit dengan MSG atau monosodium glutamate. Apakah aman bagi kesehatan?

dok.ist
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Dr dr Dhelya Widasmara SpKK (K) 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Beredar video viral di media sosial tentang tips memutihkan kulit dengan MSG atau monosodium glutamate.

MSG sering dikaitkan sebagai penyedap masakan.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Dr dr Dhelya Widasmara SpKK (K) memberikan wawasan tentang MSG dan pentingnya pada tubuh serta bahaya apabila salah dalam penggunaanya. 
 
"MSG adalah garam natrium dari asam amino glutamat. Asam glutamat secara alami ada di tubuh kita, dan di banyak makanan dan bahan tambahan makanan. MSG secara alami ada dalam kandungan bahan makanan seperti tomat dan keju," kata dia dalam rilis yang dikirim humas FK UB pada suryamalang.com, Rabu (21/12/2022)

Dikatakan, orang-orang di seluruh dunia telah makan makanan kaya glutamat sepanjang sejarah.

Misalnya pada hidangan sejarah masyarakat Asia yaitu kaldu rumput laut yang kaya akan glutamat. Namun untuk memutihkan kulit apakah aman?
 
"Kandungan pada monosodium glutamate dapat memicu radang atau alergi pada beberapa orang. Untuk penelitian yang membahas MSG untuk memutihkan kulit sejauh ini memang belum ada. Sehingga belum ada ilmu kedokteran berbasis bukti yang membahas hal tersebut," jelas Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RS Dr Saiful Anwar ini. 

Menurutnya, untuk memutihkan kulit lebih aman menggunakan bahan alami yang telah terbukti secara klinis.

Misalnya,  temulawak, akar manis, bengkoang, rasberry, delima dan daun nangka muda. Dr Lala, panggilan akrabnya menyampaikan kalau untuk memiliki kulit putih harus selektif memilih bahan pemutih yang aman.

"Dan kulit yang sehat itu tidak harus putih loh," ungkapnya. Sedang apakah MSG aman pada makanan aman? Ia menjawab aman jika jumlahnya kurang dari 0,5 gram. Namun jika mengkonsumsi lebih dari 3 gram MSG dapat menyebabkan beberapa keluhan yang berupa gejala jangka pendek.

Seperti sakit kepala, mati rasa, kulit kemerahan, rasa terbakar, kesemutan, jatung berdebar dan rasa kantuk.

Sejarah MSG sendiri dimulai pada 1908, ketika seorang profesor Jepang bernama Kikunae Ikeda mampu mengekstraksi glutamat dari kaldu dan menentukan bahwa glutamat memberikan rasa gurih pada sup.

Profesor Ikeda kemudian mengajukan hak paten untuk memproduksi MSG dan melakukan produksi secara komersial, ungkapnya. Alumni FKUB ini mengatakan bahwa MSG diproduksi dengan fermentasi pati, gula bit, tebu, atau tetes tebu. Proses fermentasi ini mirip dengan yang digunakan untuk membuat yogurt, cuka, dan anggur.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved