Berita Malang Hari Ini
Jenazah Roni Tersangkut Bebatuan di Sungai Brantas, Kota Malang
Supriyatna alias Roni (56) tewas akibat terseret arus Sungai Brantas di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (22/12/2022).
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Supriyatna alias Roni (56) tewas akibat terseret arus Sungai Brantas di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (22/12/2022).
Tim gabungan butuh waktu tiga hari untuk mencari jasad kakek asal Jalan Kyai Parseh Jaya tersebut. Jasad Roni ditemukan dalam kondisi tersangkut di bebatuan di Sungai Brantas, Kelurahan Arjowinangun.
Tubuh korban ditemukan sejauh 700 meter dari titik tenggelam.
Komandan Ops SAR Gabungan, Sugianto mengatakan awalnya petugas menemukan benda mirip baju yang mengapung di aliran sungai.
"Saat didatangi, ternyata tubuh korban yang tersangkut di bebatuan. Akhirnya kami evakuasi tubuh korban dari sungai," ujar Sugianto kepada SURYAMALANG.COM.
Keluarga langsung membawa jasad korban ke rumah duka untuk dimakamkan.
Kapolsek Kedungkandang, Kompol Agus Siswo Hariyadi mengungkapkan keluarga telah membuat surat pernyataan menolak autopsi.
Menurutnya, keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan tidak menuntut hukum kepada pihak manapun.
"Sesuai penuturan keluarga, korban sering linglung dan tiba-tiba pingsan. Karena syarafnya tidak normal, kesadaran korban juga tidak stabil," kata Agus.
Roni hilang saat mencari rongsokan di bawah Jembatan Balak, Kelurahan Bumiayu pada Selasa (20/12).
Korban hilang karena tenggelam dan terseret arus Sungai Brantas. Keluarga langsung melaporkan kehilangan korban ke Polsek Kedungkandang.
Setelah pencarian selama tiga hari, jasad korban ditemukan tersangkut di bebatuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Jenazah-Supriyatna-alias-Roni-saat-dievakuasi-dari-Sungai-Brantas.jpg)