Berita Arema Hari Ini

Nasib Arema FC Usai Ditolak Homebase Berkali-kali, Kini Muncul Petesi Liga 1 Tanpa Tim Singo Edan

Kini, Arema FC kembali mendapat penolakan di pertandingan Liga 1 yang saat ini masih bergulir.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Para pemain Arema FC saat melakukan Training Center (TC) di Kota Batu, Jawa Timur. Dalam artikel nasib Arema FC usai Petesi Liga 1 Tanpa Tim Singo Edan viral 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Nasib Arema FC di putaran kedua Liga 1 2022/2023 kini sedang menjadi sorotan.

Imbas tragedi Kanjuruhan pada Oktober lalu, Arema FC hingga saat ini belum mendapat homebase.

Arema FC diketahui telah ditolak empat stadion, yang terakhir stadion Jatidiri Semarang.

Lantaran hal itu pertandingan Arema FC Vs Borneo FC yang sesuai jadwal digelar 14 Januari lalu terpaksa ditunda.

Kini, Arema FC kembali mendapat penolakan di pertandingan Liga 1 yang saat ini masih bergulir.

Petesi Liga 1 tanpa Arema FC pun mulai ramai dan viral seusai akun Twitter @mafiawasit membuat petisi online.

Sampai dengan Minggu 15 Januari 2023 dini hari, petisi menolak Arema FC di Liga 1 telah mendapat dukungan sebanyak 98 persen total suara.

Penyerang Arema FC Kushedya Hari Yudo (kiri) menggiring bola saat uji coba dengan Tanobel FC di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (11/1/2023).
Penyerang Arema FC Kushedya Hari Yudo (kiri) menggiring bola saat uji coba dengan Tanobel FC di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (11/1/2023). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Petisi Liga 1 tanpa Arema FC diikuti sekitar lebih dari 28 ribu voters yang dilakukan secara online.

Ya, Arema FC menjadi pihak yang dianggap paling bertanggung jawab atas ketidakjelasan kompetisi sepak bola di Tanah Air.

Musababnya, permasalahan mandeknya kompetisi di Indonesia ini bermula dari peristiwa yang melibatkan Arema FC, yaitu Tragedi Kanjuruhan.

Pasca Tragedi Kanjuruhan (1/10/2022) lalu sepak bola Indonesia bak mati suri.

PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan semua ajang kompetisi nasional.

Dengan demikian banyak suporter dari klub Liga 1, 2 dan 3 menumpahkan amarahnya ke Arema FC.

Ditambah lagi, Liga 2 dan Liga 3 Nasional telah resmi dihentikan melalui rapat EXCO PSSI, Kamis (13/1/2023).

Imbasnya adalah sebagai kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1 tak akan ada degradasi musim ini.

Atas dasar itu akhirnya kekesalan suporter di seluruh Indonesia berakumulatif kepada klub pemicu utama, yakni Arema FC.

Sanksi Arema FC diangkap lunak, tak seperti Persebaya dan Persib

Kekesalan suporter kepada Singo Edan bukan tanpa sebab.

Memang Arema FC tak terjun langsung dalam pengambilan keputusan terkait Liga 2 & 3.

Namun terdapat beberapa faktor lain yang mendasari kekesalan suporter.

Sanksi yang diberikan oleh PSSI ke klub kebanggaan Aremania tersebut dinilai terlalu lunak.

Selain denda uang tunai, Arema FC hanya dihukum tak boleh bermain di wilayah Malang-Raya, yang meliputi Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kota Malang.

Berita Arema hari ini populer, jumlah korban tragedi Kanjuruhan 180 orang dirawat, Liga 1 dihentikan
Kondisi saat Tragedi Kanjuruhan pada Oktober lalu (Suryamalang/Purwanto)

Pertandingan Singo Edan juga tak boleh dihadiri oleh suporter (kandang dan tandang) selama musim 2022/2023 berakhir.

Sanksi ini sangat terasa lebih ringan daripada Persebaya tahun 2005 dan Persib Bandung tahun 2018.

Melansir Tribunnews: Petisi Liga 1 Tanpa Arema FC Viral, Terah Raup 98 Persen Suara Voters, Singo Edan Ketar-Ketir

- Kasus Perebaya 2005

Untuk kasus Persebaya yang menolak memainkan laga terakhir di Piala Indonesia 2005 kontra Persija Jakarta, PSSI memberikan sanksi degradasi ke Liga 2.

Padahal maksud dari Bajul Ijo ingin menghindari pertumpahan darah ketika suporternya bermain di Gelora Bung Karno.

Pasalnya kelompok suporter Persebaya dan mayoritas suporter di Jakarta tak akur ketika itu.

Persebaya takut laga yang sudah tak ada dampaknya bagi kelolosan tim, akan memakan korban.

Resmi Persebaya degradasi walaupun tahun sebelumnya sabet gelar juara.

- Kasus Persib Bandung 2018

Sedangkan untuk Persib Bandung harus menjalani sanksi bermain di luar pulau jawa karena terbunuhnya oknum suporter lawan.

Tak hanya itu, pertandingan Maung Bandung dilangsungkan tanpa suporter hingga paruh musin selanjutnya (Liga 1 2019).

Ketika itu sedang ada Deby Panas Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, pada (23/9/2018).

Oknum suporter Persib melakukan penganiayaan terhadap oknum suporter Persija hingga satu orang tewas.

Selain itu oknum suporter Persib juga melakukan sweeping dan intimidasi terhadap official Persib Bandung.

Hukuman bagi Maung Bandung dan Bajul Ijo terasa lebih berat walaupun tak memakan korban sebanyak Tragedi Kanjuruhan.

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.comĀ 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved