Ferry Irawan Berdalih Jadi Korban KDRT Venna Melinda

Ferry Irawan berdalih lebih dulu mengalami tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh istrinya, Venna Melinda

surya.co.id/luhur pambudi
Ferry Irawan saat hendak masuk ke dalam ruangan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Mapolda Jatim, untuk menjalani pemeriksaan kedua sebagai tersangka, Senin (16/1/2023) 

SURYAMALANG.COM | SURABAYA- Ferry Irawan berdalih lebih dulu mengalami tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh istrinya, Venna Melinda, di rumahnya, Jakarta, pada Jumat (6/1/2023), sebelum adanya insiden yang viral menyeretnya sebagai tersangka. 

Insiden KDRT yang dialami oleh pria kelahiran Bogor 45 tahun lalu, dialaminya dua hari sebelum insiden KDRT yang dilaporkan Venna Melinda di sebuah hotel bintang 4, Jalan Dhoho, Kemasan, Kota Kediri, pada Minggu (8/1/2023). 

KDRT yang dialami Ferry Irawan teletak pada bagian bibir. Tepatnya, pada bibir bagian dalam sisi kanannya, mengalami luka sobek, diduga akibat cakaran yang dilakukan oleh Venna Melinda, saat terlibat cekcok di dalam rumah. 

Bukti dugaan KDRT yang dialami oleh Ferry Irawan itu, juga diperkuat dengan bukti foto luka pada bibirnya yang dicetak pada selembar kertas ukuran A4. 

Foto tersebut ditunjukkan oleh kuasa hukum Ferry Irawan, Jeffry Simatupang, kepada awak media saat mengantarkan kliennya menjalani pemeriksaan di depan Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (16/1/2023). 

"Di tanggal 6 ada kejadian sebelum tanggal 7. Kita akan lihat. Di tanggal 6, kejadiannya, bibir Pak Ferry robek berdarah. Pertanyaan siapa yang melakukan. Terjemahan sendiri. Di tanggal 6, Pak Ferry sebelum berangkat bibirnya berdarah ada yang mencakar tuh," ujar Jeffry. 

Menurut Ferry Irawan, ada sejumlah peristiwa yang tak banyak diketahui oleh publik, beberapa hari sebelum insiden KDRT yang dilaporkan istrinya pertama kali ke SPKT Polres Kediri Kota, pada Minggu (8/1/2023). 

Peristiwa yang dimaksud Ferry itu terjadi sehari sebelumnya, yakni pada Sabtu (7/1/2023). Bahwa, pada hari itu, ia mengaku, sedang bersiap untuk berangkat menghadiri agenda syuting. 

Namun, ia terpaksa harus menuruti permintaan sang istri untuk diantar ke Kota Kediri, guna menghadiri sebuah acara pertemuan bersama konstituen dari parpol yang diikuti oleh sang istri.

"Di tanggal itu saya seharusnya ada syuting, tapi karena saya diminta mendampingi istri saya untuk bisa membawa mobil ke dapilnya. Akhirnya, dengan berbagai macam cara, saya cancel kerjaan saya, dan saya menemani istri saya ke dapilnya di Jatim," ujar Ferry. 

Mungkin karena adanya akumulasi rasa lelah dan amarah karena harus mendadak membatalkan hampir semua schedule yang telah terjadwalkan. 

Tak pelak terjadilah percekcokan hebat antara dirinya dan sang istri. Hanya saja Ferry, enggan merinci secara detail penyebab pasti dari percekcokan hebat yang terjadi di antaranya. 

Namun, satu hal yang dapat dipastikan, bahwa dirinya sempat memeluk sang istri. Dan itu hanya pelukan, bukannya sebuah teknik mengunci yang disebut-sebut ala pencak silat atau karate. 

"Ada percekcokan yang luar biasa, yang akhirnya saya berniat untuk memenangkan istri saya yang sedang histeris, tidak (memiting). Saya menenangkan istri yang sedang histeris, memukul mukul dirinya sendiri, iya (berusaha menyakiti diri sendiri)," ungkapnya. 

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved