Berita Probolinggo Hari Ini

Ada 20 Ribu Ton Limbah Berbahaya dan Beracun di Bekas Pabrik Kertas Leces, Probolinggo

#PROBOLINGGO - Pemenang lelang aset PT Kertas Leces bertanggung jawab atas pembuangan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) jenis black liquor.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Yuli A
danendra kusuma
Komunitas Peduli Lingkungan Alam Hijau bersama Serikat Paguyuban Pekerja (Pakar) menggelar aksi di depan pabrik eks PT Kertas Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/1/2023).  

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Komunitas Peduli Lingkungan Alam Hijau bersama Serikat Paguyuban Pekerja (Pakar) menggelar aksi di depan pabrik eks PT Kertas Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/1/2023). 

Mereka menuntut pemenang lelang aset PT Kertas Leces bertanggung jawab atas pembuangan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) jenis black liquor yang dilakukan secara serampangan. 

Penasihat Komunitas Peduli Lingkungan Alam Hijau, Asmawi mengatakan pihaknya menemukan indikasi adanya pelanggaran pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah B3 black liquor sembarangan yang dilakukan pemenang lelang.


Pembuangan limbah B3 sembarangan ini sudah berjalan mulai setahun lalu. 


"Padahal kami telah mengingatkan kepada mereka agar mengelola limbah sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun, kenyataannya sering tidak diterapkan," katanya. 


Dia menyebut total limbah B3 black liquor di sana seberat 20.000 ton. 


Black liquor itu dibuang ke kubangan bekas instalasi pengelolaan air limbah


Karena sudah tak berfungsi, black liquor meresap ke dalam tanah dan menembus ke sungai yang mengalir tak jauh dari eks Pabrik Kertas Leces. 


"Memang dampaknya tak bisa dirasakan instan. Jika dibiarkan tentunya bisa membahayakan warga sekitar dan biodata yang hidup di sungai," paparnya. 


Maka dari itu, dalam aksi, pihaknya menuntut limbah di dalam pabrik diangkut keluar dan dibuang ke tempat yang telah mendapat izin lingkungan. 


Selain itu, tanah yang tercemar limbah dipulihkan kembali. 


"Black liquor bisa dikelola atau dibuang. Rekomendasi DLH setempat dibuang. Sebab, pengelolaan limbah di dalam tak memenuhi syarat," ungkapnya. 


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwi Joko menyebut pihaknya telah menindaklanjuti laporan pelanggaran pembuangan limbah asal-asalan ini. 


Pihaknya juga menemukan pelanggaran pencemaran lingkungan usai terjun melakukan pengecekan. Tanah di sana tercemar black liquor


"DLH sudah melaporkan temuan ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). KLHK pun sudah menindaklanjutinya. Pemenang tender harus memenuhi ketentuan yang berlaku," pungkasnya. (nen) 


Keterangan foto : Komunitas Peduli Lingkungan Alam Hijau bersama Serikat Paguyuban Pekerja (Pakar) menggelar aksi di depan pabrik eks PT Kertas Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/1/2023). 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved