Berita Malang Hari Ini
Pilkades Serentak di Kabupaten Malang Berpotensi Panas
Faktor keamanan harus menjadi perhatian dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Malang pada 7 Mei 2023.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Faktor keamanan harus menjadi perhatian dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Malang pada 7 Mei 2023.
Sebanyak 56 desa di 26 kecamatan akan ikut dalam Pilkades serentak.
"Keamanan perlu menjadi perhatian karena pilkades berhubungan langsung dengan masyarakat," ujar Hendik Arso, Ketua DPC Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (19/1/2023).
Hendik memprediksi Pilkades akan berlangsung panas. Sebab, baru-baru ini ratusan kepala desa (kades) aksi damai di DPR RI untuk menuntut masa jabatan kades diubah dari 6 tahun menjadi 9 tahun.
Selain itu, Papdesi menolak moratorium Pilkades. "Otomatis calon kades akan berlomba sehingga situasi agak panas. Panitia dan petugas keamanan harus memperhatikan itu," imbuhnya.
Hendik minta calon kades bersaing secara damai.
Pemkab Malang mengalokasikan dana sebesar Rp 5,6 miliar untuk Pilkades.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Eko Margianto mengatakan proses Pilkades dimulai dengan penetapan calon peserta.
"Selanjutnya sosialiasi kepada seluruh kades dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)," tutur Eko.
Eko menyebutkan tahapan pilkades akan di mulai pada Februari 2023.
Menurutnya, pelaksanaan Pilkades menggunakan standar Covid-19. Jadi, setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) digunakan untuk 500 pemilih.
"Meskipun PPKM telah dicabut, tapi sekarang masih dalam masa pandemi," ucapnya.
Menurutnya, Pemkab meng-cover seluruh biaya Pilkades di 56 desa tersebut.
"Jadi, dana Rp 5,6 miliar itu untuk Pilkades di 56 desa," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pemberdayaan-Masyarakat-dan-Desa-DPMD-Eko-Margianto.jpg)