Berita Malang Hari Ini

1.434 Pasangan Mengajukan Dispensasi Nikah di PA Kabupaten Malang, Tertinggi di Jawa Timur

Sepanjang 2022, Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang telah mencatat angka pengajuan dispensasi nikah sebanyak 1.434 perkara. 

suryamalang.com/Lu'lu'ul Isnainiyah
Humas PA Kabupaten Malang, M Khairul mengatakan, tingginya dispensasi nikah yang diajukan ini rata-rata didominasi oleh anak yang putus sekolah hingga SMP. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sepanjang 2022, Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang telah mencatat angka pengajuan dispensasi nikah sebanyak 1.434 perkara. 


Dari angka tersebut, ada sebanyak 1.393 perkara yang telah dikaburkan. 


Mengetahui jumlah tersebut, Kabupaten Menduduki peringkat pertama dari kota/kabupaten se Jawa Timur. 


Dispensasi nikah diberikan kepada pengantin dengan usia sebelum 19 tahun. Di Kabupaten Malang, dispensasi rata-rata diajukan oleh calon pengantin yang berusia 15 sampai 18 tahun. 


Humas PA Kabupaten Malang, M Khairul mengatakan, tingginya dispensasi nikah yang diajukan ini rata-rata didominasi oleh anak yang putus sekolah hingga SMP.


"Rata-rata yang mengajukan dispensasi kawin ijazah terakhirnya Sekolah Menengah Pertama (SMP)," ujar Khairul. 


Selain itu, faktor meningkatkan dispensasi nikah juga atas desakan orang tua yang ingin segera menikahkan anak mereka.


"Orang tua khawatir kalau anaknya sudah punya calon, kemudian mereka ke sana ke mari. Sehingga mereka malu dengan masyarakat," ucapnya


Namun, dirinya juga tidak menampik faktor lainnya anak di bawah umur melakukan pernikahan dini karena hamil di luar nikah

 


Menurutnya dalam mengabulkan dispensasi nikah, ketika sidang hakim PA akan menghadirkan seluruh orangtua calon mempelai. 


Dengan tujuan, agar orangtua keduanya sama-sama mengawal rumah tangga mereka. 


"Secara usia kan mereka belum mencukupi. Jadi, potensi ketidaksiapan mental itu ada. Di sini orang tua harus mengetahui hal ini," terangnya.


Tak hanya mengabulkan dispensasi saja, pihak pengadilan juga diharuskan mengikuti konseling untuk mengetahui pola pikir calon pengantin.


Dalam hal ini, PA Kabupaten Malang memiliki lembaga konseling yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang. 


"Di sana kami pertimbangkan hasil konseling, hasil wawancara, direkomendasikan atau tidak," katanya. 


Angka dispensasi nikah di 2022 ini termasuk menurun jika dibandingkan dengan tahun 2021. Yakni ada sebanyak 1.711 dispensasi nikah yang dikabulkan oleh PA Kabupaten Malang.


Hal lain yang memicu angka dispensasi nikah di Kabupaten Malang tertinggi se Jawa Timur karena faktor luasnya wilayah Kabupaten Malang serta minimnya pendidikan di tengah masyarakat. 


"Oleh karena itu, kami selalu rajin melakukan penyuluhan hukum ke wilayah-wilayah di Kabupaten Malang," ujarnya.(isn)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved