Sabtu, 18 April 2026

Berita Gresik Hari Ini

Bantu Sebarkan, Inilah Tatto Maling Motor yang Tewas di Desa Pelemwatu, Menganti, Gresik

Bantu Sebarkan, Inilah Tatto Maling Motor yang Tewas di Desa Pelemwatu, Menganti, Gresik

Penulis: Willy Abraham | Editor: Yuli A
Polres Gresik
TATTO MALING - Tatto bertanda huruf A pada lengan kiri maling motor Honda Vario yang tewas dikeroyok massa di Desa Pelemwatu Kecamatan Menganti, Gresik. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Polisi belum mengantongi identitas maling motor Honda Vario yang tewas dikeroyok massa di Desa Pelemwatu Kecamatan Menganti, Gresik.

Sidik jari maling itu sudah rusak, tidak tedeteksi. Hanya ada tato warna hitam di lengan kiri.

"Lengan kiri bagian dalam tertanda huruf A," kata Kasareskrim Polres Gresik, Iptu Aldhino Prima Wirdan, Selasa (24/1/2023).

Dikatakannya, bila ada keluarga yang mencari keluarga dengan ciri-ciri laki-laki memiliki tato di tangan dengan huruf A segera melapor ke kantor polisi.

"Sampai saat ini belum diketahui identitasnya, sidik jari rusak tidak ada yang identik," ujarnya.

Ciri-ciri pelaku, pria berperawakan kurus dengan perkiraan usia kurang lebih 35 tahun. Pelaku tidak membawa identitas sama sekali.

"Hanya ada tatto di tangan kiri," jelasnya.

Diketahui, pelaku mencuri motor milik Ferry Istiawan (21), warga Desa Pelemwatu Kecamatan Menganti.

Pelaku berjalan kaki dan langsung menaiki motor Honda Vario 125 yang terparkir di teras.

Mendengar suara jagrak sepeda motornya, korban langsung teriak maling, Senin (23/1/2023) sore.

Warga langsung datang menangkap pelaku. Pakaian pelaku dilucuti, warga yang emosi langsung mengambil tali dan mengikat tangannya.

Pelaku dibuat tidak bisa kabur. Satu persatu pukulan melayang ke wajahnya. Badannya tersungkur, warga tidak peduli. Pelaku diinjak beramai-ramai. Bahkan kepalanya diinjak dengan dua kaki lalu tak sadarkan diri.

Polisi datang langsung mengamankan pelaku dari amuk massa. Pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit karena tak sadarkan diri.

Pelaku menjalani perawatan di rumah sakit. Kurang dari 10 jam tubuhnya tidak mampu menahan rasa sakit usai dijadikan sansak hidup oleh warga. Dalam video yang beredar pelaku benar-benar dihakimi tanpa ampun.

"Benar (pelaku meninggal dunia) diamuk warga. setelah itu diserahkan ke polsek. Kemudian dibawa ke RS, setelah dapat perawatan, tadi malam dinyatakan meninggal sekira pukul 02.00," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved