Berita Malang Hari Ini

Ita Fitriyah, Owner Batik Lintang Bagikan Ilmu dan Skill Membatik kepada Siswa

Owner Batik Lintang Ita Fitriyah mengatakan, mengedukasi batik tulis pada siswa, memiliki tantangan tersendiri, terutama mengedukasi generasi milenial

suryamalang/sylvi
Ita Fitriyah, owner Batik Lintang saat memberikan edukasi pada siswa tentang batik tulis, Rabu (25/1/2023). 

SURYAMALANG.COM |MALANG - Ita Fitriyah, owner Batik Lintang tampak sibuk dalam mengedukasi 355 siswa dan 25 guru pendamping dari  SMPN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan di Perumahan GPA, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (25/1/2023). Para siswa dan guru ini mendapatkan materi pelatihan tentang batik tulis dari Ita Fitriyah.

"Nantinya kami akan ada proyek mengajar di SMPN 1 Pandaan selama satu minggu," jelas Ita pada wartawan di sela acara.

Dikatakan, mengedukasi batik tidak susah. Tetapi memang ada ilmu yang harus diterjemahkan di sana. Selain teori juga ada ketrampilan skil dengan berlatih praktik. 

Untuk mengedukasi batik tulis pada siswa, memang menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi generasi milenial.

"Harus fun, harus senang dulu, pendekatannya juga berbeda. Yaitu dengan cara harus dikenalkan dulu yang ringan-ringan. "Kalau mereka sudah senang, maka akan mudah untuk kita menyampaikan keilmuan batik tulis itu sendiri," tambahnya. 

Sejauh ini, para siswa dari SMPN 1 Pandaan belum pernah berpraktik.

"Jadi ini pengalaman pertama galeri kami," katanya.

Ia melihat para siswa sangat menikmati. Ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan mereka yang sangat variatif.

"Itu nantinya yang menjadi bekal kami. Yang tidak kenal pun bisa menjadi senang, apalagi yang sudah kenal," jawabnya

Dikatakan, jumlah pembelajar batik tulis di tempatnya sebelumnya pernah 100 hingga 200 orang. Tapi untuk jumlah 300 lebih, baru pertama kali.

"Keuntunganya, kami dibantu oleh adik adik mahasiswa KKN dari Universitas Widyagama (UWG) yang selama satu bulan ini di Galeri Batik Lintang Malang," tambahnya.

Ia juga dibantu karyawan-karyawan, teman-teman dari Wahid Foundation serta dari UMKM di Desa Ngijo.

Kerjasama secara berkesinambungan dan bersinergi satu sama lain ini menjadi ringan. Selain sekolah ini, beberapa sekolah sudah menjadwalkan datang belajar di Batik Lintang.  

Sekolah yang datang dari berbagai jenjang. Mulai PAUD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Untuk jenjang PAUD diajarkan mewarnai karena untuk bersenang-senang.

"Dibikin fun saja, yaitu bermain sambil belajar," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved