Berita Arema Hari Ini
Foto Kantor Arema FC Seusai Kerusuhan, Kaca dan CCTV Rusak, Massa yang Tidak Terlibat Dipulangkan
Beginilah foto kantor Arema FC usai kerusuhan yang terjadi pada Minggu (19/1/2023) kemarin. Kaca dan CCTV rusak. Tak ada barang yang hilang.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM - Beginilah foto kantor Arema FC usai kerusuhan yang terjadi pada Minggu (19/1/2023) kemarin.
Akibat kerusuhan ini, kaca kantor hingga CCTV di kantor Arema FC rusak.
Hingga hari ini, Senin (30/1/2023), kantor Arema FC yang dikenal dengan sebutan Kandang Singa kini masih terlihat dipasangi garis polisi, Senin (30/1/2023).
Suasana kantor pun tampak sepi. Arema FC Store yang berada di sebelahnya juga telah ditutup dengan papan kayu.
Di halaman kantor hanya tersisa sampah dan bekas poster dari massa yang melakukan unjuk rasa yang berujung kericuhan.
Seperti diberitakan SURYAMALANG.COM sebelumnya, ratusan massa yang mengatasnamakan Arek Malang telah melakukan unjuk rasa yang berujung pada perusakan Arema FC Store.
Lemparan batu massa telah menghancurkan kaca Arema FC Store dan beberapa manekin di dalamnya.
Bahkan, logo Arema FC yang tertempel di dinding depan toko juga dirusak dan dibakar oleh massa aksi.
Berdasarkan informasi yang SURYAMALANG.COM terima dari Manajer Store Arema FC, Tjiptadi Purnomo, kerusakan di dalam toko merchandise Arema FC itu hanya pada bagian kaca depan dan dua CCTV.
Sedangkan untuk kondisi barang yang ada di dalam store, aman.
"Yang hilang gak ada. Hanya kaca depan pecah dan dia CCTV dirusak," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Senin (30/1/2023).
Dia juga mengatakan, setelah perusakan Arema FC Store, di dalam toko ditemukan sejumlah batu dan batako. Serta ada kayu, besi dan bekas mercon.
Kini, kaca depan Arema FC Store yang pecah telah ditutupi dengan papan kayu.
Manajemen Arema FC juga belum menghitung nilai kerugian pasca perusakan Arema FC Store tersebut.
"Untuk estimasi kerugian kami belum tahu berapa," tandasnya.
Berikut foto-foto kantor Arema FC usia kerusuhan:
#1

#2

#3

#4

#5

Massa yang Tidak Terlibat Dipulangkan
Sebagian orang yang tidak terbukti terlibat dalam penganiayaan dan perusakan kantor Arema FC, telah dibebaskan.
Hal tersebut dilakukan, usai pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukan petugas Satreskrim Polresta Malang Kota sejak Minggu (29/1/2023) malam hingga Senin (30/1/202) siang.
Pemeriksaan yang digelar di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota ini, nampak sudah mulai berangsur sepi.
Sekitar pukul 13.00 WIB, sudah banyak keluarga yang berkumpul sejak pagi dan pulang dengan keluarganya yang sempat diamankan di Polresta Malang Kota.
Koordinator LBH Pos Malang, Daniel Siagian membenarkan hal tersebut.
"Kami di sini untuk mendampingi pihak keluarga apabila ada yang tidak terlibat, namun ikut dibawa ke Polresta. Dan untuk update dari massa yang diamankan, sudah banyak yang dikeluarkan atau dipulangkan oleh pihak Polresta Malang Kota karena tidak terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di Jalan Mayjen Panjaitan (penganiayaan dan perusakan kantor Arema FC)," ujarnya kepada suryamalang.com, Senin (30/1/2023).
Menurutnya, hingga saat ini ada sebanyak 20 orang yang masih menjelani pemeriksaan oleh Satreskrim Polresta Malang Kota. Namun, belum bisa dipastikan apakah mereka merupakan pelaku.
"Jadi memang sejak kemarin, mereka yang dibawa ini diminta keterangan sebagai saksi. Dan saat ini masih diperiksa, tetapi saya belum memegang data terbaru terkait jumlah yang masih diperiksa dan sudah dipulangkan," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 107 orang diamankan oleh Satreskrim Polresta Malang Kota.
Mereka diamankan atas adanya dugaan indikasi terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di kantor Arema FC di Jalan Mayjen Panjaitan, Minggu (29/1/2023) siang.
Hal ini sesuai dengan arahan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto. Di mana usai kejadian tersebut, pihaknya merespon dengan membuat tiga langkah penindakan.
"Saat ini terdapat 107 orang yang diamankan diduga berada di TKP saat aksi dan masih dalam pendalaman Polresta Malang Kota. Jika tidak ada kaitan dan perbuatan melawan hukum, kami pulangkan ke pihak keluarga," ungkapnya pada Minggu (29/1/2023) lalu.
Selain itu, pihaknya juga terus mendalami dan mengusut kasus penganiayaan dan perusakan kantor Arema FC tersebut.
"Kami masih terus mendalami, untuk mencari aktor intelektual dibalik aksi anarkis ini. Selain itu, kami juga melakukan pengamanan di lokasi TKP sampai pengusutan kasus ini dinyatakan selesai," pungkasnya.
AREMA FC TERANCAM BUBAR
Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu, Arema FC kini banyak ditimpa masalah.
Mulai dari terusir dari kandangnya sendiri, ditolak main di mana-mana, hingga kondisi tim yang kini mengalami trend negatif.
Terbaru, kantor Arema FC menjadi sasaran amukan massa yang mengatasnamakan Arek Malang saat melakukan unjuk rasa, Minggu (29/1/2023).
Akibatnya, Arema FC Store yang lokasinya berada di sebelahnya mengalami kerusakan yang cukup parah.
Melihat hal tersebut, manajemen Arema FC akan pertimbangkan menempuh keputusan bubar jika situasi memang dianggap tidak kondusif.
Demikian ditegaskan Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia ( PT AABBI) Tatang Dwi Arfianto menyikapi kondisi di Malang saat ini.
Tatang mengatakan, bahwa Arema FC telah melakukan berbagai macam upaya pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan.
Mulai membuka crisis center untuk membantu penanganan korban, memberikan layanan trauma healing, menghadapi proses dan gugatan hukum baik pudana dan perdata.
Serta menjaga eksistensi klub agar tetap menjalani kompetisi meskipun dengan berbagai sanksi dan denda dari federasi.
"Jika memang upaya dan itikad Arema FC ini dianggap belum memenuhi keinginan banyak pihak, atau justru membuat tidak kondusif, kami manajemen akan mempertimbangkan agar klub Arema FC untuk dibubarkan," ucapnya, Senin (30/1/2023).
Tatang mengatakan, bahwa Arema FC sangat memahami suasana duka yang berkepanjangan pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan.
Klub berjuluk Singo Edan itu juga terus berusaha dan berupaya agar situasi ini kembali normal.
Maka dari itu, jajaran direksi dan manajemen Arema FC sudah berkumpul untuk membicarakan langkah berikutnya seperti apa terkait situasi yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini.
Termasuk untuk mempertimbangkan Arema FC bubar.
"Jika sebelumnya kami memikirkan banyak masyarakat Malang yang hidup dari sepak bola utamanya Arema FC, seperti UMKM, pedagang kaki lima sampai usaha kecil lainnya."
"Tapi jika dirasa Arema FC ini dianggap mengganggu kondusivitas, tentu ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensinya atau seperti apa tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak," tandasnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa yang dialami Arema FC atas insiden ini tetap tidak sebanding dengan rasa duka yang dialami Aremania saat peristiwa Kanjuruhan.
Seperti diketahui, Tragedi Stadion Kanjuruhan pecah selepas Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya 2-3.
Pada tragedi itu, tercatat 135 orang meninggal dunia.
(SURYAMALANG.COM/ Rifky Edgar/ Kukuh Kurniawan)
foto kantor Arema FC usai kerusuhan
kerusuhan di kantor Arema FC
perusakan kantor Arema FC
massa rusak kantor Arema FC
demo di kantor Arema FC
kantor Arema FC
Arema
Malang
SURYAMALANG.COM
suryamalang.tribunnews.com
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Alasan Rekrut Agusti Ardiansyah, 2 Sosok Pengganti Achmad Maulana |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Keterangan Dokter Cedera Achmad Maulana, Absen Hingga Akhir Musim |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Bareng Persib Borong Penalti Terbanyak, Bomber Tandingan Dalberto |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Kondisi Achmad Maulana Asa Bela Timnas Pupus, 3 Rekor di Kandang |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Jumlah Penonton Turun Drastis Aremania Kenapa? Dalberto Top Skorer |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.