Berita Arema Hari Ini

UPDATE Kantor Arema FC Seusai Kerusuhan dan Nasib Tim Singo Edan yang Terancam Bubar di Musim Ini

UPDATE Kantor Arema FC Seusai Kerusuhan dan Nasib Tim Singo Edan yang Terancam Bubar di Musim Ini

SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Kondisi Kantor Arema FC seusai kerusuhan, Senin (30/1/2023). 

SURYAMALANG.COM - Sehari setelah kerusuhan Minggu (29/1/2023) kemarin, Kantor Arema FC atau yang dikenal dengan sebutan Kandang Singa kini masih terlihat dipasangi garis polisi, Senin (30/1/2023).

Suasana kantor pun tampak sepi. Arema FC Store yang berada di sebelahnya juga telah ditutup dengan papan kayu.

Di halaman kantor hanya tersisa sampah dan bekas poster dari massa yang melakukan unjuk rasa yang berujung kericuhan.

Seperti diberitakan SURYAMALANG.COM sebelumnya, ratusan massa yang mengatasnamakan Arek Malang telah melakukan unjuk rasa yang berujung pada perusakan Arema FC Store.

Lemparan batu massa telah menghancurkan kaca Arema FC Store dan beberapa manekin di dalamnya.

Bahkan, logo Arema FC yang tertempel di dinding depan toko juga dirusak dan dibakar oleh massa aksi.

Berdasarkan informasi yang SURYAMALANG.COM terima dari Manajer Store Arema FC, Tjiptadi Purnomo, kerusakan di dalam toko merchandise Arema FC itu hanya pada bagian kaca depan dan dua CCTV.

Sedangkan untuk kondisi barang yang ada di dalam store, aman.

"Yang hilang gak ada. Hanya kaca depan pecah dan dia CCTV dirusak," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Senin (30/1/2023).

Dia juga mengatakan, setelah perusakan Arema FC Store, di dalam toko ditemukan sejumlah batu dan batako. Serta ada kayu, besi dan bekas mercon.

Kini, kaca depan Arema FC Store yang pecah telah ditutupi dengan papan kayu.

Manajemen Arema FC juga belum menghitung nilai kerugian pasca perusakan Arema FC Store tersebut.

"Untuk estimasi kerugian kami belum tahu berapa," tandasnya.

Arema FC Store rusak parah akibat aksi massa yang ngamuk, Minggu (29/1/2023).
Arema FC Store rusak parah akibat aksi massa yang ngamuk, Minggu (29/1/2023). (SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar)

AREMA FC TERANCAM BUBAR

Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu, Arema FC kini banyak ditimpa masalah.

Mulai dari terusir dari kandangnya sendiri, ditolak main di mana-mana, hingga kondisi tim yang kini mengalami trend negatif.

Terbaru, kantor Arema FC menjadi sasaran amukan massa yang mengatasnamakan Arek Malang saat melakukan unjuk rasa, Minggu (29/1/2023).

Akibatnya, Arema FC Store yang lokasinya berada di sebelahnya mengalami kerusakan yang cukup parah.

Melihat hal tersebut, manajemen Arema FC akan pertimbangkan menempuh keputusan bubar jika situasi memang dianggap tidak kondusif.

Demikian ditegaskan Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia ( PT AABBI) Tatang Dwi Arfianto menyikapi kondisi di Malang saat ini.

Tatang mengatakan, bahwa Arema FC telah melakukan berbagai macam upaya pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Mulai membuka crisis center untuk membantu penanganan korban, memberikan layanan trauma healing, menghadapi proses dan gugatan hukum baik pudana dan perdata.

Serta menjaga eksistensi klub agar tetap menjalani kompetisi meskipun dengan berbagai sanksi dan denda dari federasi.

"Jika memang upaya dan itikad Arema FC ini dianggap belum memenuhi keinginan banyak pihak, atau justru membuat tidak kondusif, kami manajemen akan mempertimbangkan agar klub Arema FC untuk dibubarkan," ucapnya, Senin (30/1/2023).

Tatang mengatakan, bahwa Arema FC sangat memahami suasana duka yang berkepanjangan pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Klub berjuluk Singo Edan itu juga terus berusaha dan berupaya agar situasi ini kembali normal.

Maka dari itu, jajaran direksi dan manajemen Arema FC sudah berkumpul untuk membicarakan langkah berikutnya seperti apa terkait situasi yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini.

Termasuk untuk mempertimbangkan Arema FC bubar.

"Jika sebelumnya kami memikirkan banyak masyarakat Malang yang hidup dari sepak bola utamanya Arema FC, seperti UMKM, pedagang kaki lima sampai usaha kecil lainnya."

"Tapi jika dirasa Arema FC ini dianggap mengganggu kondusivitas, tentu ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensinya atau seperti apa tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak," tandasnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa yang dialami Arema FC atas insiden ini tetap tidak sebanding dengan rasa duka yang dialami Aremania saat peristiwa Kanjuruhan.

Seperti diketahui, Tragedi Stadion Kanjuruhan pecah selepas Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya 2-3.

Pada tragedi itu, tercatat 135 orang meninggal dunia.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved