Kamis, 30 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Mahasiswa Jepang Belajar di Malang, Nama Tamura Shuto Ditambah Iksan

Sebanyak 23 mahasiswa asal Jepang kembali belajar bahasa dan budaya di Indonesia Studies Program (ISP) STIE Malangkucecwara

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
dok.ist
23 mahasiswa Jepang belajar bahasa dan budaya di Indonesia Studies Program (ISP) STIE Malangkucecwara 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 23 mahasiswa asal Jepang kembali belajar bahasa dan budaya di Indonesia Studies Program (ISP) STIE Malangkucecwara lewat program Sakura 2023.

Para mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Kanda University of International Studies Jepang.

Pembelajaran budaya dan bahasa Indonesia kali ini mengangkat tema Warna Warni Indonesia.

Direktur ISP, Dra Suprapti MPd menyatakan tidak ada kegiatan luring di kampus selama pandemi Covid-19 dalam tiga tahun terakhir. Kegiatan dialihkan ke daring atau online.

Suprapti menyebutkan mahasiswa Jepang lancar berbahasa Indonesia. Apalagi saat ini kegiatan digelar secara luring atau offline.

"Tapi untuk kali ini, belum diberi diberi kepercayaan penuh. Mahasiswa hanya boleh di Malang Raya. Mahasiswa belum diizinkan keluar Malang Raya," kata Suprapti kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (7/2/2023).

Biasanya mahasiswa masih bisa wisata ke Bali, Yogyakarta, atau daerah lain.

Suprapti memastikan tempat wisata di Malang Raya tidak kalah dengan daerah lain.

"Malang Raya itu indah. Ini sebagian dari Indonesia," kata dia.

Mahasiswa Jepang berada di Malang mulai 4 Februari sampai 2 Maret 2023. Mereka tinggal dengan orang tua asuh di Malang.

Satu mahasiswa Jepang akan tinggal di satu keluarga Indonesia. Jadi, para mahasiswa itu akan selalu belajar Bahasa Indonesia.

Setiap mahasiswa mendapat nama Indonesia. Misalnya, Maruyama Tomoko mendapat nama 'Elis'. Ada juga nama Tamura Shuto ditambah Iksan.

"Meskipun STIE Malangkucecwara bukan kampus berbasis bahasa, namun penguasaan Bahasa Jepang bisa menjadi daya pembeda bagi mahasiswa," terangnya.

Ketua STIE Malangkucecwara, Drs Bunyamin MM PhD mengatakan Program Sakura sebagai bagian internasionalisasi kampus.

"Saya menargetkan program pertukaran ini dapat diperluas menjadi staff exchange," kata Bunyamin.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved