Berita Malang Hari Ini
Banjir di Pandanwangi Rendam Rumah Topan Empat Kali, Sejak 2017
Banjir yang terjadi di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, harus ditangani secara komprehensif
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM |MALANG - Banjir yang terjadi di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, harus ditangani secara komprehensif. Sebab, banjir tersebut selalu terjadi setiap kali hujan turun. Ketinggian banjir pernah mencapai lebih dari 2 meter.
Terbaru, banjir merendam sejumlah rumah yang berada di Perumahan De Cluster Nirwana.
Topan, warga yang rumahnya terendam banjir bercerita tentang pengalamannya mengantisipasi genangan air. Sejak tinggal di rumah barunya pada 2017 lalu, Topan telah mengalami kebnajiran sebanyak empat kali. Terakhir kali terjadi pada Rabu (9/2/2023).
"Sejak tinggal di rumah ini pada 2017, saya sudah mengalami kebanjiran empat kali. Tahun lalu yang terparah. Ketinggian air 1 meter lebih," ungkapnya, Kamis (10/2/2023).
Pada Kamis pagi, Topan bersama istrinya membersihkan kotoran sisa banjir di dalam rumah. Lumpur berwarna kecokelatan mengotori ruang tamu, dua kamar tidur dan satu kamar mandi yang ada di lantai satu.
Diceritakannya, sejak pertama kali mengalami kebanjiran, Topan mulai meninggikan bagian depan rumahnya pada 2022. Bahkan ia membuat rumah yang awalnya satu lantai menjadi dua lantai.
Ketika bagian depan rumah sudah dibangun lebih tinggi, ternyata banjir masih bisa masuk. Untungnya, barang-barang bisa dipindahkan ke lantai dua.
"Jadi barang-barang elektronik saya amankan di atas," ungkapnya.
Topan masih berupaya mengatasi banjir yang selalu mengenai rumahnya. Bagian depannya ditinggikan. Ia mengatakan tidak ingin menjual atau pergi dari rumahnya saat ini.
"Ya di sini rizkinya saya. Saya akan tetap bertahan," ujarnya.
Ia berharap, Pemkot Malang betul-betul memiliki solusi untuk menangani banjir. Abdul Rokhim, warga RT 11/RW 03, mengatakan, lebar sungai yang berada di dekat perumahan sekitar 2 meter. Kedalamannya juga sekitar 2 meter.
Ketika ada hujan dengan intensitas tinggi, air yang menggenangi sungai meluber. Di sisi lain, air dari kawasan yang lebih tinggi turun menggenangi perumahan yang berada di kawasan lebih rendah.
"Akhirnya tidak nampung, penyebab yang lain, airnya berasal dari pembuangan RT sebelahnya. Makannya, air yang berada di kawasan sempit ini, meluber," ujarnya.
Saat banjir menggenangi sejumlah rumah warga, petugas dari Pemkot Malang mengevakuasi warga terdampak menggunakan perahu karet. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil yang dialami warga.
"Masalah banjir ini ada sejak 2015, parahnya pada 2016. Satu minggu terendam banjir," katanya.
Banjir yang terjadi pada 2016 itu mengakibatkan tembok pembatas antara rumah warga dan sungai jebol. Aliran air memasuki perumahan lewat tembok yang jebol itu.
Banjir tidak hanya terjadi di Kelurahan Pandanwangi. Di kawasan Kelurahan Purwantoro juga mengalami kebanjiran. Hutan Kota Sulfat juga sempat terendam beberapa jam setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi. (Benni Indo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/barang-barang-milik-warga-di-Kelurahan-Pandanwangi.jpg)