Rabu, 6 Mei 2026

Berita Surabaya Hari Ini

30 Santri Jatim Kuliah Gratis di Al Azhar, Mesir, Ini Pesan Gubernur Khofifah

“Mahasiswa Indonesia di Mesir terkenal dengan kedisiplinannya, kepintarannya dan juga kesantunannya. Jadi tolong itu semua sama sama dijaga,” kata Kho

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Yuli A
fatimatuz zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah kembali memberangkatkan 30 santri penerima beasiswa santri pondok pesantren (BSPP) untuk menempuh pendidikan sarjana di Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Senin (6/3/2023).  

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah kembali memberangkatkan 30 santri penerima beasiswa santri pondok pesantren (BSPP) untuk menempuh pendidikan sarjana di Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Senin (6/3/2023). 

Diberangkatkan dari Gedung Negara Grahadi, Khofifah memberikan sejumlah pesan agar seluruh santri yang berangkat kuliah di Mesir menjaga nilai-nilai adab, kedisiplinan dan juga menebar persaudaraan serta kedamaian.

“Mahasiswa Indonesia di Mesir terkenal dengan kedisiplinannya, kepintarannya dan juga kesantunannya. Jadi tolong itu semua sama sama dijaga,” kata Khofifah.

Ini sangat penting karena dikatakan Khofifah, mahasiswa Indonesia terutama Jawa Timur dikenal memiliki akhlak yang bagus, santun dan rajin mencari ilmu.

 


Tak hanya itu, orang nomor satu di Jatim ini juga meminta agar para santri penerima beasiswa memanfaatkan kuliah di Al Azhar untuk memaksimalkan diri memperdalam ilmu terkait Islam wasthiyah, moderasi dan toleransi. 

 


Pasalnya Universitas Al Azhar Kairo Mesir merupakan kampus yang memiliki banyak ulama dan ilmuwan yang sangat teguh menyebarkan ajaran berlandaskan moderasi, toleransi dan juga perdamaian. 

 


Khofifah juga berpesan agar para mahasiswa tersebut tidak mudah terpengaruh paham-paham atau ideologi-ideologi internasional yang tidak berseiring dengan NKRI.

 


"Kalaupun ada perbedaan-perbedaan maka posisi perbedaan itu adalah ikhtilafuummati Rahmatin perbedaan pendapat adalah rahmat,” ucapnya. 

 


Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jatim Abdul Halim Soebahar menyampaikan program ini adalah bentuk perhatian Gubernur Khofifah pada percepatan pengembangan SDM pesantren. 

 


“Mereka akan mendapatkan uang saku, untuk membeli kitab dan living cost di sana,” kata Halim.

 


Program Beasiswa Santri Pondok Pesantren (BSPP) dirancang untuk memberikan peluang yang lebih luas bagi lulusan satuan pendidikan yang terintegrasi dengan pondok pesantren untuk mengembangkan minat bakat dan penguasaan disiplin keilmuan serta dalam rangka pengabdian kepada pondok pesantren. 

 


Berdasarkan Lampiran Surat No: 194/TU/LPPD/Prov.Jatim/III/2023 peserta beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah yang dihadirkan sebanyak 30 mahasiswa dan 4 pendamping.

 


Saat ini dikatakan Halim Pemprov Jatim tengah mengupayakan untuk pembelian flat untuk asrama bagi mahasiswa Jatim yang kuliah di mesir penerima beasiswa dari Pmeprov Jatim. Namun prosesnya masih terkendala aturan bahwa Pemprov Jatim tidak boleh memiliki aset di luar Indonesia.

 


“Tapi ini masih diupayakan Gubernur Khofifah dengan berkoordinasi dengan KBRI dan juga dengan Al Azhar,” pungkasnya. 

 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved