Selasa, 5 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Pemerintah Dorong Digitalisasi Perdagangan di Kota Malang

UMKM adalah pilar perdagangan di Indonesia dan Kota Malang memiliki potensi UMKM yang tinggi untuk dikembangkan menjadi digitalisasi perdagangan.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/Benni Indo
Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga berinteraksi dengan pedagang daging di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang. Pemerintah mendorong agar digitalisasi perdagangan bisa diaplikasikan oleh pedagang. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemerintah Indonesia terus mendorong digitalisasi perdagangan di tingkat daerah.  Digitalisasi perdagangan dinilai sebagai sebuah keniscayaan pada era saat ini.

Kota Malang menjadi salah satu daerah yang juga didorong bisa mengembangkan digitalisasi perdagangan.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga menyatakan potensi digitalisasi perdagangan bisa dimulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ia menjelaskan, UMKM adalah pilar perdagangan di Indonesia. Kota Malang memiliki potensi UMKM yang tinggi untuk dikembangkan menjadi digitalisasi perdagangan.

"97 persen tenaga kerja kontribusi dari UMKM. Kontribusi UMKM terhadap PDB hampir 64 persen dengan jumlah 63 juta di Indonesia. UMKM menjadi pilar penting menjaga dan meningkatkan perdagangan. Kami terus mencoba bagaimana mendigitalisasi UMKM," ujarnya, Kamis (9/3/2023).

Melihat potensi yang ada di Kota Malang, Jerry mengutarakan harapannya agar ada kolaborasi yang intensif antara pemerintah daerah dengan pusat.

Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi akan memberikan banyak keuntungan bagi pelaku UMKM. Pasalnya, dengan digitalisasi, jangkauan pemasarannya bisa sangat luas.

Di samping itu, Jerry mengajak para pedagang bisa meningkatkan literasi keuangannya. Pasalnya, perdagangan selalu membutuhkan sektor keuangan. Maka dari itu, aspek literasi keuangan sangat penting diketahui oleh pedagang.

"Perdagangan juga sangat erat kaitannya dengan keuangan. Artinya, inklusi keuangan penting agar memudahkan pedagang bertransaksi dengan perbankan," jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan, Eko Sri Yuliadi mengungkapkan potensi digitalisasi perdagangan di Kota Malang sangat besar. Selain adanya UMKM, Kota Malang juga selalu didatangi ratusan ribu mahasiswa baru. Datangnya ratusan ribu mahasiswa baru itu menjadi potensi sendiri untuk memasarkan produk UMKM.

"Ada 52 perguruan tinggi dan sekitar 600 ribu mahasiswa baru pertahun yang datang. Inilah potensi yang harus digali," ujarnya.

Kata Eko, banyak anak muda di Kota Malang yang bisa diajak berkolaborasi untuk mendukung digitalisasi perdagangan. Bahkan sudah ada beberapa platform startup yang menyediakan jasa jual beli di Kota Malang.

Pasar-pasar yang ada di Kota Malang juga menjadi perhatian tersendiri bagi Eko. Ada 26 pasar di Kota Malang, 8 di antaranya sudah direvitalisasi.

Di 8 pasar ini, pemerintah telah memberikan edukasi agar para pedagang bisa bertransaksi secara non tunai.

"Ada 25 ribu pedagang di Kota Malang. Semua pasar yang telah direvitalisasi sudah diupayakan untuk digitalisasi. Saya kira Diskopindag sangat terbuka atas perubahan transformasi manual ke digital. Kami banyak lakukan sosialisasi, contoho di Pasar Blimbing dan pasar lain, kami coba ubah transaksi ke arah digital," ujarnya.

Tantangan yang dihadapi saat ini adalah mengubah kebiasaan pedagang dari transaksi tunai ke non tunai.

Pedagang didorong agar bisa terbiasa bertransaksi non tunai, sementara mengubah kebiasaan tersebut menurut Eko tidaklah mudah.

"Dari awal memang kesulitan, tapi itu butuh kebiasaan. Ini memang tantangan. Digitalisasi harus dilakukan meski pelan," ujarnya.

CEO dan Co-Founder Dagangan, Ryan Manafe berencana membuka gudang di Kota Malang. Dagangan adalah startup rural e-commerce yang fokus melayani masyarakat di wilayah luar kota besar. Rencana menjajaki bisnis di Kota Malang karena dinilai tingginya potensi perdagangan di Kota Pendidikan ini.

“Kami melihat adanya tantangan yang dihadapi para pedagang pasar, toko sembako, dan pemilik warung dalam mendapatkan akses dan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Untuk itu kami berkomitmen meningkatkan transformasi digital dengan mempercepat digitalisasi pedagang pasar, warung dan UMKM di Jawa Timur,” jelas Ryan.

Pihaknya telah merancang program digitalisasi pasar untuk UMKM, toko, sembako dan warung. Dalam program ini, Dagangan mendukung kebutuhan pasokan bahan sehari-hari dari sisi harga dan ketersediaan barang. Program lainnya yakni UMKM Go Digital untuk produk UMKM lokal khas desa.

Dalam program ini, Dagangan berupaya memberdayakan produk UMKM di wilayah Jawa Timur dalam membuka akses pasar lebih luas dan memberikan potensi keuntungan hinggadua kali lipat melalui ekosistem digital Dagangan.

"Sejak tiga tahun beroperasi, Dagangan telah melayani pedesaan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Hingga saat ini Dagangan telah memiliki enam jaringan gudang di wilayah Jawa Timur yang berlokasi di Madiun, Kediri, Ponorogo, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, dan akan memperluas daerah jangkauan di Jawa Timur dengan membuka hub atau jaringan gudang mikro di wilayah pedesaan lainnya," tegasnya.
 
Sepanjang 2022, menurut Dagangan Impact Report yang disampaikan oleh Ryan, Dagangan telah memberikan dampak signifikan kepada masyarakat di 20.000 desa pada empat provinsi. Pengguna dapat mengakses 5.000 produk kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau, termasuk mendistribusikan 10 juta liter minyak goreng dan Minyakita milik Kementerian Perdagangan.
 
“Berdasarkan hasil analisis dari Dagangan Impact Report 2022, kami optimis transformasi digital bagi para pedagang pasar, warung, dan UMKM akan berjalan dengan optimal pada 2023. Dalam mempercepat akselerasi digitalisasi UMKM, tentunya kami berharap dapat terus menjalin kolaborasi dengan mitra strategis sehingga pencapaian target seluruh pasar, toko sembako, dan UMKM Go Digital segera terwujud,” tutup Ryan. (Benni Indo)

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved