Berita Surabaya Hari Ini
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Soroti Kiai dan Gus Dadakan Jelang Pemilu
Wakil Bendahara Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur Muhammad Fawait menyoroti munculnya klaim Gus dan Kiai 'dadakan' menjelang Pemilu 2024
Reporter: Yusron Naufal Putra
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wakil Bendahara Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur Muhammad Fawait menyoroti munculnya klaim Gus dan Kiai 'dadakan' menjelang Pemilu 2024. Fenomena itu dinilai kerap muncul untuk terlibat dukung mendukung kontestan di tahun politik.
Gus Fawait mengutip pernyataan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bahwa seharusnya semua menghindari politik identitas dan itu patut diperhatikan bersama. "Jangan sampai begitu mudahnya mengklaim sebagai ulama gus atau lora. Padahal ini kan merupakan simbol agama," katanya kepada wartawan, Jumat (10/3/2023).
Menurut Gus Fawait, ulama merupakan orang yang paham agama dan mengajak dekat dengan sang khalik. Dengan kata lain, ulama memiliki sanad keilmuan yang jelas. Sementara Gus dan lora adalah panggilan penghormatan dari masyarakat pada turunan ulama. "Gus dan lora sebetulnya bukan hal yang spesial dan harus diwahkan," ungkap anggota DPRD Jatim ini.
Sehingga, dia berharap masyarakat tidak terjebak dengan atribut belaka. Dia khawatir dengan munculnya kiai atau gus dadakan hanya untuk kepentingan sesaat. "Sedikit menggelitik saya menjelang Pileg dan Pilpres begitu mudah orang klaim sebagai ulama, gus atau lora untuk terlibat dalam proses dukung mendukung," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Wakil-Bendahara-Rabithah-Maahid-Islamiyah-RMI-Jawa-Timur-Muhammad-Fawait.jpg)