Breaking News
Senin, 1 Juni 2026

Bulog Jamin Ketersediaan Beras Kemasan 5 Kg, Pasok 1.000 Ton Beras ke Transmart

Perum Bulog menjamin ketersediaan beras kemasan 5 kilogram (Kg) di seluruh Transmart sampai akhir tahun ini.

Tayang:
Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Bazar Pangan Murah di Balai Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Tulungagung beberapa waktu lalu. 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Perum Bulog menjamin ketersediaan beras kemasan 5 kilogram (Kg) di seluruh Transmart sampai akhir tahun ini.

Bulog baru saja memasok 1.000 ton beras ke Transmart.

Pemasokan ini dalam rangka stabilisasi harga beras di pasaran. Direktur Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan distribusi ke Transmart ini agar beras dapat dijangkau lebih mudah oleh masyarakat.

Apalagi Transmart memiliki jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia.

"Untuk tahap awal ini, kami memberi Transmart sebanyak 1.000 ton beras," kata Budi Waseso, Rabu (15/3/2023).

Pria yang akrab disapa Buwas ini mengatakan Perum Bulog tidak akan membatasi penyaluran beras Bulog ke ritel modern.

Jika permintaan naik, Perum Bulog siap menambah suplai beras ke Transmart.

Buwas memastikan beras kemasan 5 Kg akan terus ada di seluruh Transmart sampai akhir tahun ini.

Beras tersebut akan dijual lebih rendah daripada beras kualitas premium lain, yaitu Rp 9.450 per kg sesuai HET.

"Kami akan salurkan sepanjang tahun ini," tambah Buwas.

Perum Bulog juga sudah kerja sama dengan Hypermart, Ramayana, dan Indo Grosir untuk penyaluran beras.

Diharap penyaluran beras melalui retail modern ini untuk memudahkan masyarakat menjangkau beras murah.

Sebelumnya, pemerintah mengimpor beras sebanyak 500.000 ton pada akhir tahun 2022.

Impor beras tersebut untuk memenuhi pasokan cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog.

Saat ini realisasi impor beras tersebut telah mencapai 100 persen. "Semuanya sudah masuk," kata Buwas.

Bulog akan menggunakan beras impor tersebut untuk beberapa keperluan, seperti operasi pasar.

Sampai sekarang penggunaan beras impor untuk operasi pasar baru mencapai 230.000 ton.

Menurutnya, penyaluran beras impor akan dilakukan ke pasar-pasar induk beras sampai ritel modern secara bertahap.

"Sekarang tinggal penyaluran saja. Penyaluranya jalan terus, dan tidak ada yang terhambat," ucap Buwas.

Pemerintah memperbolehkan Bulog membeli beras sesuai harga pasar untuk pemenuhan CBP.

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan mengatakan kebijakan ini agar Bulog dapat bersaing dengan swasta dalam penyerapan beras.

"Jadi kalau patokan harga yang ditentukan sebesar Rp 9.000/kg, sekarang Bulog bisa membeli sebesar Rp 11.000/Kg," kata Zulkifli Hasan.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menyebutkan kebijakan ini agar Bulog dapat bersaing dengan pihak swasta. Sebab, jika tidak diatur demikian, Bulog tidak akan dapat memiliki CBP.

Meskipun harga beli tinggi, Bulog tetap harus menjual sesuai harga acuan tertinggi (HET).

Jadi, petani tidak merasa dirugikan, dan konsumen tetap mendapat beras dengan harga terjangkau.

"Aturannya sudah diubah. Kalau aturan tidak diubah, Bulog tidak bisa menyerap CBP. Jadi kalau ada jual Rp 10.000/Kg di pasar, Bulog bisa membeli dengan harga lebih tapi jualnya ke masyarakat tetap," kata Zulhas.

Pemerintah membuka opsi untuk mengimpor 500.000 ton beras lagi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Impor ini untuk memastikan ketersediaan beras dan menstabilkan harga.

"Kami memutuskan, kapanpun dibutuhkan, kami akan akan memasukkan lagi 500.000 beras impor. Seharusnya stok Bulog sebanyak 1,2 juta tom, sekarang tinggal 300.000 tim," kata Zulhas.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved