Berita Malang Hari Ini
3.173 Usualan Program Masyarakat Diakomodir Pemkot Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji memaparkan jumlah usulan program dari masyarakat yang terakomodir oleh Pemkot Malang terus meningkat sejak 2020
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM |MALANG – Wali Kota Malang, Sutiaji memaparkan jumlah usulan program dari masyarakat yang terakomodir oleh Pemkot Malang terus meningkat sejak 2020. Dalam paparannya, pada 2020 terealisasi 24 persen yang terakomodir.
Jumlah tersebut terus bertambah pada 2021 yakni terealisasi 23 persen. Pada 2022, jumlah usulan yang terealisasi mencapai 26 persen. Pada 2023, terealisasi 45 persen usulan terakomodir. Menyambut 2024, persentase yang diakomodir pada RKPD 2024 sebanyak 52,48 persen atau 3.173 dari 6.046 usulan.
Sutiaji menyatakan, naiknya tingkat usulan yang terakomodir itu menandakan sinkronisasi program jangka menengah Pemkot Malang dengan masyarakat sesuai kebutuhan. Ia juga menegaskan bahwa usulan-usulan yang diakomodir tidak ada satupun pesanan dari pihak lain.
“Apa yang direncanakan pemerintah sama dengan yang direncanakan masyarakat. Ketika persentase naik terus, berarti sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tidak ada yang namanya pesanan dan seterusnya. Masyarakat juga paham, apa yang direncanakan pemerintah,” tegasnya saat memberikan pidato di acara Musrenbang RKPD Kota Malang Tahun 2024, Senin (20/3/2023).
Sejumlah program yang belum terakomodir ditengarai karena tidak sesuai dengan RPJMD. Dijelaskan Sutiaji, RPJMD telah disusun dan ditetapkan sejak saat dirinya menjabat wali kota. RPJMD menjadi acuan pembangunan jangka menengah sehingga usulan-usulan yang tidak sesuai RPJMD tidak terakomodir.
“Kenapa tersisa, karena tidak sealur dengan komitmen pemerintah. RPJMD sudah menjadi keputusan. Ini sudah menjadi kesatuan,” paparnya.
Menyambut banyaknya usulan yang terakomodir oleh Pemkot Malang, Sutiaji meminta para ASN bisa meningkatkan kinerja dan kapasitas untuk merealisasikan harapan masyarakat. Sutiaji menandai, sepanjang perjalanan pemerintahan Kota Malang di bawah kepemimpinannya, kelemahan yang belum bisa teratasi adalah menyusun program pengembangan yang bersifat non fisik.
“Kelemahan kami menyusun program masih tetap seperti dulu. Kalau untuk fisik mudah, tapi yang tidak fisik agak rendah. Kalau untuk fisik, luar biasa, tapi pengembangan ekonomi masih rendah. Pak Lurah dan Camat, tolong pengembangan ekonomi mikro makin diperkuat. Ketika itu dikuatkan, pembangunan fisik semakin gampang,” ujarnya.
Di sisi lain, Sutiaji mengungkapkan terdapat isu-isu strategis dalam RKPD 2024, yakni terkait SDM, perlindungan sosial, ketenagakerjaan, daya saing Ekraf, kemandirian fiskal, tata ruang dan infrastruktur, lingkungan dan kebencanaan, reformasi birokrasi, pemerataan dan daya beli, harmoni sosial, kualitas ASN, penegakan Perda dan digitalisasi layanan.
Dalam RKPD 2024, juga terdapat tiga substansi rancangan tema RKPD 2024, yakni, transformasi ekonomi, daya saing maupun pemerintah yang responsif. Dalam RKPD sendiri, dijelaskan Sutiaji terdapat 4 tujuan. Pertama, mewujudkan SDM yg berkualitas dan berdaya saing; Kedua, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan; ketiga, mewujudkan kesejahteraan dan kerukunan sosial yang berasaskan keberagaman dan keempat mewujudkan transformasi pelayanan publik tertib hukum profesional dan akuntabel.
Jangan Lupakan Hal Kecil
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengingatkan eksekutif bahwa sebaik apapun rencana, jangan pernah melupakan soliditas di internal masing-masing OPD. Ia meminta agar masing-masing dinas bisa menyelesaikan tanggung jawabnya dengan benar.
“Artinya, selesaikan tanggung jawab di masing-masing dinas, untuk memenuhi dan melayani keinginan masyarakat di Kota Malang. Jangan sampai kebutuhan dasarnya terabaikan. Saya paling risih kalau di grup ramai jalan berlubang, pohon berlubang, kemacetan dan banjir, sebetulnya itu bisa diatasi kalau fokus. Inilah hal yang mendasar dari anggaran besar di Pemkot Malang,” ungkapnya.
Ia juga meminta agar Pemkot Malang tidak selalu memikirkan hal yang besar sehingga melupakan hal kecil. Banyak program-program besar yang dilihat DPRD Kota Malang berdampak pada pengabaian terhadap hal-hal kecil di Kota Malang.
“Makannya, lakukan hal kecil, baru kemudian hal besar. Jangan dibalik, melakukan hal besar, lupa akan hal kecil. Marilah kita semua melaksanakan apa yang sudah direncanakan bersama. Pada saat perencanaan luar biasa menggebunya, tapi saya belum lihat progresnya, contoh rencana pembangunan Alun-alun Tugu. Saat pembahasan luar biasa, saat eksekusi ada kendala-kendalanya. Selalu di luar target,” paparnya. (Benni Indo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Wali-Kota-Malang-Sutiaji-bersama-jajaran-samping-berfoto-bersamA.jpg)