Selasa, 5 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Sewelas Dino Nunggu Blanggur, Tajuk Pameran Lukisan di Malang Creative Centre

Kegiatan bertajuk "Sewelas Dino Nunggu Blanggur" digelar di Malang Creative Centre (MCC) Jl A Yani Kota Malang.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Pelukis Suyitno melakukan live painting di pameran lukisan di MCC, Senin (3/4/2023). Ia melukis gedung lama yang dulunya bernama Gedung Flora di pojokan JL Kudusan dan Jl Agus Salim yang dulunya bernama Flora Sinema. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kegiatan bertajuk "Sewelas Dino Nunggu Blanggur" digelar di Malang Creative Centre (MCC) Jl A Yani Kota Malang antara lain diisi pameran lukisan dari 65 seniman berbagai daerah termasuk Malang Raya. Acara digelar di lantai 4 MCC dan dibuka oleh Walikota Malang Sutiaji. Tujuan acara ini selain merayakan HUT Kota Malang ke 109 juga memeriahkan Ramadhan.


Yang menarik, lukisan gedung MCC dibeli walikota dan langsung diberi tulisan sold out. Ini karya pelukis Deddy Satya D. Ia melukis itu karena gedung ikonik baru Kota Malang. "Setelah ada undangan di MCC, saya cari ide melukis apa ya. Akhirnya mendapat ide membuat lukisan gedung. Saya bikin selama 14 hari," jelas Deddy pada wartawan. 


Lukisan itu baru difinalisasi pada Minggu malam. Sebagai pelukis, membuat lukisan itu juga ada kesulitan karena menggambar gedung. "Lukisan dibeli Pak Wali adalah berkah dan bersyukur sekali," kata pelukis berusia 53 tahun ini. Ia membawa tiga lukisan di acara itu. Sedang pelukis Suyitno melakukan live paiting dengan mengangkat lukisan gedung Flora di perempatan Jl Kudusan-Agus Salim Kota Malang. 


"Saya mengangkat ini karena teman-teman pelukis kan melukis ikonik baru Kota Malang. Sedang gedung Flora jarang diketahui, apalagi anak muda," katanya. Dulunya bernama Flora Sinema untuk bioskop dan kemudian jadi tempat pertunjukkan ludruk/wayang orang. Sekarang masih ada dan difungsikan sebagai toko. Dikatakan, di sekitar gedung ini juga berubah jadi plasa seperti Malang Plasa dulunya Bioskop Ratna. 


Lalu Mitra Plasa yang kini jadi toko Matahari adalah gedung bioskop juga bernama Globe, lalu jadi bioskop Agung dan Surya. Sedang pelukis Tonny Johan membuat dua karya dengan lokasi objek di Bali seperti pasar di Ubud. "Pasar di Ubud kan ada yang menjual buah dan sayur," katanya. Lukisan pasar dijual Rp 15 juta.


Sedang Irwan Purnomo mengangkat destinasi wisata di Kabupaten Malang yaitu Pantai Balekambang. Dari melihat lukisannya menampakkan suasana ikonik berupa pura di atas pulau kecil dan ada jembatan dari pantai ke pura itu. "Lukisannya bisa menggambarkan suasana sore atau pagi hati," jawabnya. Ia juga melukis seorang ibu pedagang di sebuah pasar di Jogja yang terkantuk-kantuk menunggu pembeli.


"Ini Ibu RT yang berjuang bagi keluarganya sebagai tulang punggung dengan penjual nasi," kata dia. Lukisan itu dibuat pada 2017. Sedang Bambang Randika Santoso atau Simbah, Ketua Panitia menjelaskan jika pameran dibuka pada 3-13 April 2023. "Memang agak singkat waktunya. Tapi bisa buat kegiatan mengisi Ramadhan sambil melihat lukisan yang ada bagi masyarakat," katanya. Semua lukisan dijual dengan berbagai variasi harga dan ukuran. 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved