Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Dies Natalis Polinema ke-41 Dimeriahkan Expo Riset

SURYAMALANG.COM - Kegiatan dies natalis ke 41 Politeknik Negeri Malang (Polinema) dimeriahkan expo riset, Senin (22/5/2023).

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan dies natalis ke 41 Politeknik Negeri Malang (Polinema) dimeriahkan expo riset, Senin (22/5/2023). 

SURYAMALANG.COM - Kegiatan dies natalis ke 41 Politeknik Negeri Malang (Polinema) dimeriahkan expo riset, Senin (22/5/2023).

Kegiatan expo dibuka sampai 24 Mei 2023 selain diisi stan riset dari Polinema juga kampus lain. Seperti Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Politeknik Negeri Madiun dan lainnya serta stand kemitraan Polinema.

Supriatna Adhisuwignjo ST MT, Direktur Polinema menyatakan, kegiatan expo untuk penguatan hilirisasi. Ia menyebutkan, Polinema hadir pada  1982.

"Tahun 2023 ini sudah berusia 41 tahun dan mengalami asam garam perjalanan dsn berupaya memberikan warna dan kontribusi bagi dunia pendidikan tinggi vokasi," papar Supriatna saat memberikan sambutan.

Dari pengalaman yang sudah dilalui ini, ia berharap lembaga yang dipimpinya menjadi lembaga pendidikan tinggi vokasi yang makin dewasa. Saat ini, PTN ini memiliki lebih dari 600 mitra indusri/bisnis.

"Tantangan Polinema makin besar di waktu mendatang. Maka meningkatkan kinerja sebagai upaya mewujudkan Polinema lebih baik lagi," kata dia.

Salah satu stand expo dari Polinema menampilkan riset tentang diagnosis trafo melalui minyak trafo. Riset ini melibatkan dosen dan tujuh mahasiswa.

"Cara kerjanya yaitu diambil sampel dan hasil cek lab dimasukkan ke aplikasi dimana akan menampilkan kesalahan/hasilnya muncul di trafo," jelas M Rafi Hanif, mahasiswa Polinema pada SURYAMALANG.COM.

Sehingga terindentifikasi masalahnya apa di trafo itu. Latar belakang riset ini karena trafo daya adalah barang mahal. Maka harus dirawat dengan baik agar tidak timbul kerugian.

Dikatakannya, minyak di trafo bisa saja mengalami stres yang memberikan dampak pada kerusakan di trafo itu.

"Maka aplikasi ini dipakai sebagai deteksi dini agar tidak menimbulkan kerugian besar," jawab dia.

Kiki Yuliati, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek terus mendorong inovasi, kolaborasi, serta terobosan-terobosan dalam memberikan layanan terbaik pendidikan vokasi lewat expo produk.

Ini untuk mengimplementasikan agenda transformasi pendidikan untuk menuju kampus vokasi yang mandiri dan otonom. 

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 64 juta unit dan 99,9 persen usaha beroperasi di Indonesia.

Sedangkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) saat ini menyatakan hingga Desember 2022 sudah ada 20,67 juta UMKM on boarding digital dan pada tahun 2023 diperkirakan sampai dengan 24 juta UMKM akan masuk dalam ekosistem digital.

"UMKM sudah digital, maka perguruan tinggi penyelenggara vokasi harus adaptif dalam mengembangkan teknologi terapan," kata Kiki.

Di acara itu juga dilakukan MoU antara Polinema dan mitra serta talkshow tematik. 

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved