Berita Surabaya Hari Ini
PLTSa Benowo Sumbang Energi Listrik Bersih di Jatim Sebesar 122,04 GWh
PLTSa Benowo telah menyumbang energi listrik bersih di Jatim sebesar 122,04 gigawatt hour (GWh) selama delapan tahun operasional.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo telah menyumbang energi listrik bersih di Jatim sebesar 122,04 gigawatt hour (GWh) selama delapan tahun operasional.
"PLTSa Benowo merupakan wujud nyata kolaborasi PLN dengan Pemkot Surabaya untuk mendukung energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Setiap tahun PLTSa ini memasok energi bersih sekitar 5,5 GWh dan 30 GWh untuk masing-masing pembangkitnya," kata Lasiran, General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (21/5/2023).
PLTSa Benowo beroperasi sejak 30 November 2015. PLTSa ini merupakan pembangkit listrik berbahan bakar sampah dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Benowo yang memiliki areal seluas 37,4 Hektar.
PLTSa ini pertama kali beroperasi dengan kapasitas 1,65 MW menggunakan teknologi sanitary landfill.
PLTSa Benowo tahap 2 berkapasitas 9 MW dengan teknologi gasification (zero waste) beroperasi sejak 10 Maret 2021.
Pengoperasian PLTSa Benowo tahap 2 ini sebagai tindak lanjut dari Perpres 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
"Sanitary landfill merupakan sistem pengelolaan dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, kemudian menimbunnya dengan tanah untuk selanjutnya diperoleh gas metan," jelas Lasiran.
Sedangkan metode gasification/zero waste adalah metode untuk mengkonversi sampah padat menjadi bahan bakar gas melalui proses termal (termokimia) dengan pasokan udara terbatas pada suatur reaktor yang disebut dengan gasifier.
"Keunggulan zero waste adalah tidak ada sampah yang tersisa dibanding teknologi sebelumnya yang masih memiliki residu. Dua pembangkit ini langsung terkoneksi dengan sistem 20 kV di Gardu Induk Altaprima, sehingga listrik yang digunakan warga Surabaya ini sudah dipasok energi ramah lingkungan," beber Lasiran.
Pihaknya akan terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk memberikan akses listrik secara merata di Jatim melalui pembangkit hijau lain.
Misalnya, PLN berencana menambah 16 PLTS komunal berkapasitas 975 kWp dengan potensi pelanggan 8.434 di Kepulauan Sumenep, seperti Bulumanuk, Bunginnyarat, Gili Labak, Karamian, Sepangkur Kecil dan lainnya.
"Itu menyesuaikan medan dan kondisi sampai akhir tahun 2023," terang Lasiran.
JANGAN KAGET! Jadi Wali Kota/Bupati Butuh Modal 70 Miliar, Jadi Gubernur Butuh Modal 1,7 Triliun |
![]() |
---|
Universitas Ciputra Surabaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Transformasi Keuangan Digital |
![]() |
---|
Rumah Sakit Baru Pemkot Surabaya RSUD Eka Candrarini Diresmikan, Layanan Unggulan Bagi Ibu dan Anak |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Distribusikan PLTS ke Sekolah, Ajak Gunakan Green Energy |
![]() |
---|
Kesenjangan dan Lemahnya Inovasi Pendidikan Masih Jadi PR Besar di Jatim, Anggaran 2024 Justru Turun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.