Berita Arema Hari Ini

Wawancara Eksklusif Seputar Arema FC dan Rencana Berkandang di Stadion Gajayana saat Liga 1 2023

Wawancara Eksklusif Seputar Arema FC dan Rencana Berkandang di Stadion Gajayana saat Liga 1 2023

SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Stadion Gajayana 

SURYAMALANG.COM - Kurang dari sebulan, kick off kompetisi Liga 1 2023 akan segera dimulai pada 1 Juli 2023.

Setiap klub mulai melakukan persiapan, mulai dari mempersiapkan materi tim, hingga fasilitas penunjang yang lain seperti stadion.

Arema FC kini menjadi tim yang belum memiliki homebase pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022 lalu.

Meski demikian, Singo Edan telah mengusulkan dua stadion sebagai homebase barunya di Liga 1 2023.

Yakni Stadion I Wayan Dipta Bali dan Stadion Gajayana Kota Malang.

Baca juga: Bursa Transfer Arema FC di Liga 1 2023 Doyan Datangkan Pemain Asing Usia Emas, Putu Gede Buka Suara

Baca juga: Terusir dari Malang, Arema FC Terancam Jadi Tim Musafir, Ada Opsi Berkandang di Pulau Bali

Akan tetapi, Stadion Gajayana belum lolos verifikasi untuk menggelar pertandingan Liga 1.

Pasalnya, ada sejumlah faktor yang membuat stadion tertua di Indonesia itu belum memenuhi standar.

Di antaranya ialah terkait dengan lampu stadion yang masih di bawah standar, dan tribun penonton yang belum menggunakan single seat.

Namun, hingga kini Stadion Gajayana belum ada tanda-tanda dimulainya perbaikan.

Lantas, bagaimana proses yang dijalin antara Arema FC dengan Pemkot Malang terkait dengan Stadion Gajayana.

Simak wawancara ekslusif SURYAMALANG.COM dengan kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi.

1. Musim ini Arema FC ingin menggunakan Stadion Gajayana sebagai homebase, sejauh ini bagaimana proses yang dijalin?

Iya, Liga 1 ini kan waktunya tinggal sebulan lagi, progresnya saya sampaikan, bahwa kami sudah beberapa kali ketemu dengan manajemen Arema FC.

Terakhir Arema FC didampingi para legalnya, kemudian kami di tim koordinasi kerjasama daerah membahas terkait dengan rencana penggunaan Stadion Gajayana Malang sebagai homebase Arema FC.

Ini rapat awal di tingkat kota dan kami menghadirkan tim koordinasi kerjasama daerah (TTKD).

Karena nanti kerjasamanya antara Pemerintah Kota Malang dengan Arema FC.

Dalam rapat tersebut sudah ada gambaran seperti apa model kerjasamanya, model pemanfaatan, seperti apa, itu sudah ada.

Ketika kami mendengarkan apa yang dikehendaki oleh Arema FC kemudian nanti akan sandingkan dengan usulan-usulan dari tim TTKD.

Saat itu sudah ada gambaran. Tapi yang terpenting, bahwa semua pemanfaatan barang milik daerah harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di dalam Kemendagri nomor 19 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah ini yang harus kita pegang.

Supaya semua pemanfaatan barang milik daerah tidak menyalahi aturan.

2. Sesuai aturan, bagaimana Arema FC atau pihak lain jika ingin menggunakan Stadion Gajayana?

Jadi barang milik daerah ini contohnya Stadion Gajayana ini yang merupakan aset kota yang memang dibangun dalam rangka untuk menyediakan sarana untuk publik.

Ketika Arema FC mau memanfaatkan sebagai homebase-nya, maka kembali lagi ke peraturan tadi.

Mau sewa kah, mau melakukan pengelolaan secara keseluruhan, itu harus dilihat dulu.

Maka kemarin itu pada saat kami bertemu, sudah mulai ada pemahaman yang sama.

Karena kompetisi ini akan segera dijalankan maka butuh proses cepat.

Maka progresnya itu yang sudah kita lihat dalam pembahasan.

PR Arema FC saat ini adalah menyusun rencana anggaran belanja (RAB).

Karena dengan APBD nggak mungkin. Karena APBD membutuhkan tahapan.

Karena Arema FC juga punya komitmen tinggi, kemudian bapak wali kota sangat welcome ke Arema FC mau kembali ke Stadion Gajayana ini kan menjadi sebuah semangat.

Semangatnya sudah sama. Jadi kami pelaksana juga harus support.

Jadi Arema FC kami minta membuat RAB. Ketika itu sudah selesai, nanti akan bisa kami hitung, nanti kalau mekanismenya sewa nanti kompensasinya sampai berapa tahun.

Kalau angkanya bisa kami lihat, berarti bisa kami tentukan.

Misalkan ada yang sistemnya sewa, Arema FC sudah membangun dulu dengan menyediakan anggaran sekian, banyaknya ketemu angka sekian, maka Arema FC dapat diberikan hak untuk memanfaatkan Stadion Gajayana sampai sekian tahun.

3. Waktu pertemuan yang dilakukan oleh Pemkot Malang dengan Manejemen Arema FC, Arema FC mau sewa atau mengelola?

Maunya sewa. Tapi gini, kalau Arema FC itu menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah dengan koridor ketentuan yang ada, mau apapun itu, Arema FC monggo siap.

4. Kabarnya Arema FC akan memperbaiki Stadion Gajayana. Apa saja yang perlu dibenahi dari Stadion Gajayana agar lolos verifikasi?

Kami sadari, bahwa Stadion Gajayana milik kebanggaan kita semua ini belum berstandar nasional bahkan internasional.

Maka kemarin itu hasil survei awal yang dilakukan oleh pihak Arema dengan PSSI itu datang, apakah stadion ini bisa dipakai sebagai homebase Arema untuk mempengaruhi Liga 1 atau tidak.

Tapi yang pertama, dibutuhkan tempat duduk single seat. Itu sudah menjadi hal yang paling mendesak.

Berapa jumlahnya? Dibutuhkan antara 7.500 sampai 10.000 dan nanti akan dibangun yang sudah ada tribunnya, jadi tidak menyeluruh.

Kedua adalah standar lampu. Ya memang ini belum standar dua kebutuhan mendesak ini yang Arema FC siap untuk membangun dulu.

Lah nanti namanya perjanjian kerjasama ada hak dan kewajiban dengan membangun itu, maka Arema nanti mohon kepada Pemerintah Kota Malang untuk diberikan fasilitas khusus pemanfaatan sebagai homebase.

Nanti kalau angkanya sudah disepakati, sampai berapa tahun Arema nanti bisa memanfaatkannya.

5. Sesuai aturan yang ada, seharusnya klub yang menyewa Stadion Gajayana Malang untuk kompetisi harus bayar berapa?

Untuk kompetisi, pedomannya ada di Perda 2 tahun 2011 itu kisaran di Rp 12,5 juta, tetapi ada biaya lain yang harus di-cover juga.

Tapi itu Perda lama. Sekarang kami sudah punya Ranperda baru yang sudah disetujui oleh Pemerintah Kota Malang dan DPRD kota Malang.

Tapi sekarang masih belum diberlakukan, kami masih menunggu harmonisasi keputusan dari Kemendagri terkait dengan undang-undang 1 Tahun 2022.

Tentunya nanti perhitungannya disesuaikan dengan hitungan yang baru, karena hitungan baru ini akan mencangkup komponen-komponen yang lain yang harus dimasukkan, supaya Pemerintah Kota Malang juga tidak rugi, Arema juga demikian, tapi yang penting kami sudah saling menguntungkan.

6. Nantinya Arema FC Akan membenahi Stadion Gajayana dulu, apakah nanti Pemkot Malang juga akan melanjutkan pembenahan tersebut?

Ya pasti. Karena Pemkot Malang ini punya komitmen luar biasa, terus meningkatkan sarana dan pra sarana olahraga.

Tapi kan itu tadi kami sampaikan dari awal, kalau APBD ini kan butuh proses.

Maka nanti dalam perubahan APBD apa yang nanti akan kami sentuh, seperti pemeliharaan apa saja, nanti akan kami lanjutkan di tahun 2024 sampai dengan sempurna.

7. Bagaimana dengan respons Wali Kota Malang terkait rencana Arema FC mau menjadikan Stadion Gajayana sebagai homebase?

Pak Wali luar biasa, yang kami ikuti, yang kami lihat Pak Wali luar biasa dalam mensupport memfasilitasi gelaran olahraga yang ada di kota Malang.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved