Hyundai IONIQ 5 Terjual 1.755 Unit dalam 4 Bulan
Tren penjualan Hyundai IONIQ tumbuh signifikan sejak pemberlakuan insentif PPN 10 persen untuk mobil listrik mulai 1 April 2023.
SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Tren penjualan Hyundai IONIQ tumbuh signifikan sejak pemberlakuan insentif PPN 10 persen untuk mobil listrik mulai 1 April 2023.
Sesuai data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) IONIQ 5 mencapai 1.755 unit pada Januari-April 2023.
Head of Marketing Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMDI), Astrid Ariani Wijana mengatakan sebenarnya animo tinggi dari konsumen terhadap IONIQ 5 telah tampak sebelum kebijakan insentif PPN berlaku.
Permintaan IONIQ 5 semakin meningkat signifikan seiring kebijakan pengurangan PPN untuk mobil listrik.
PT HMDI mengapresiasi konsumen yang terus memberi respons positif terhadap IONIQ 5 dengan menjadikan model ini sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia.
PT HMDI berkomitmen untuk terus mendukung skema insentif PPN mobil listrik dari pemerintah. Konsumen akan mendapat keringanan PPN dari sebelumnya 11 persen menjadi hanya 1 persen.
"Jadi, konsumen bisa mendapat insentif sekitar Rp 60 juta sampai Rp 70 juta setiap membeli IONIQ 5, tergantung dari varian yang dipilih," kata Astrid, Senin (12/6).
PT HMID terus koordinasi dengan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) dan prinsipal Hyundai global agar dapat menambah kuota produksi IONIQ 5 pada 2023 sekaligus memastikan suplai unit tanpa hambatan untuk konsumen.
Hyundai telah meningkatkan pasokan IONIQ 5 sampai 1.000 unit per bulan sejak April lalu. Diharap pasokan ini dapat mempercepat proses inden mobil tersebut.
"Sesuai harapan kami, saat ini konsumen bisa mendapat IONIQ 5 melalui proses inden dalam waktu 2 bulan," tandas Astrid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/penjualan-hyundai-ioniq-secara-wholesales-pabrik-ke-dealer-mencapai-1755-unit.jpg)