Kesehatan
WAWANCARA EKSKLUSIF dr Khodijatur Rohimah: Periksa Kesehatan sebelum Daftar Haji
Mampu menjadi syarat untuk menjalankan ibadah haji. Di antara bentuk kemampuan adalah kesehatan selama menunaikan haji.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Mampu menjadi syarat untuk menjalankan ibadah haji. Di antara bentuk kemampuan adalah kesehatan selama menunaikan haji.
Calon jemaah haji (CJH) harus menjaga kesehatan, baik sebelum keberangkatan maupun selama berada di Tanah Suci. Ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan bagi CJH.
Berikut ini wawancara ekslusif wartawan SURYAMALANG.COM, Septyana Eka dengan dokter umum RSI Unisma, dr Khodijatur Rohimah. Wawancara ini juga dapat disaksikan di kanal YouTube Surya Malang.
Seberapa penting menjaga kesehatan haji saat menunaikan ibadah haji bagi jemaah haji?
Sangat penting sekali, karena proses haji kan lama, tidak hanya sehari atau dua hari. Prosesnya sampai satu bulan atau bahkan sampai 40 hari. Jadi,
kesehatan sangat penting.
Selain waktunya panjang, kita juga pergi ke tempat yang tidak biasa sebelumnya, baik dari segi cuaca maupun aktivitasnya. Jadi, butuh kesehatan yang benar-benar fit supaya bisa beradaptasi dengan baik.
Bagaimana tahapan pemeriksaan kesehatan bagi CJH sebelum pemberangkatan haji?
Ada tiga tahapan pemeriksaan sebelum pemberangkatan. Pertama, ketika CJH pertama kali mendaftar atau sebelum mendapat porsi hajinya. Biasanya pemeriksaan dilakukan di Puskesmas atau di rumah sakit (RS).
Kedua, pemeriksaan ketika sudah dipastikan tahun pemberangkatan. Pemeriksaan bisa dilakukan di Puskesmas atau RS. Bila dari pemeriksaan itu ada masalah atau terindikasi risiko penyakit tinggi, maka akan ada pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis. Atau bisa melakukan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan Elektrokardiografi (EKG) atau rekam jantung.
Ketiga, pemeriksaan di embarkasi sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Masalah kesehatan apa yang sering dialami oleh CJH?
Masalah kesehatan yang sering dialami oleh jamaah haji adalah penyakit penyerta, seperti darah tinggi, darah rendah, sampai diabetes. Sehingga butuh pemeriksaan lebih lanjut.
Apa CJH yang mengalami penyakit kronis bisa menunda keberangkatan?
Hasil pemeriksaan itu akan menentukan CJH itu bisa berangkat, atau bisa berangkat dengan pendampingan, atau tidak bisa berangkat sementara, dan tidak bisa berangkat.
Misalnya, CJH memiliki riwayat penyakit diabetes melitus tapi dia terkontrol, tetap bisa berangkat. Atau pasien terkena kanker hati stadium akhir, berarti tidak bisa berangkat. Atau pasien dengan penyakit TBC, biasanya tidak berangkat, tapi ditunda sampai hasilnya negatif.