Kamis, 16 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Deadlock, WR 3 UB Tak Mau Tanda Tangan Piagam Kedaulatan Mahasiswa

Wakil Rektor (WR) III Universitas Brawijaya (UB) Dr Setiawan Noerdajasakti SH MH tidak mau menandatangani piagam kedaulatan mahasiswa

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/sylvi
Wakil Rektor (WR) III Universitas Brawijaya (UB) Dr Setiawan Noerdajasakti SH MH (tengah, berkacamata baju batik) tidak mau menandatangani piagam kedaulatan mahasiswa, Kamis (22/6/2023). Dalam piagam itu ada tujuh hal yang dibacakan oleh mahasiswa yang tergabung dalan Aliansi Mahasiswa Brawijaya (Amarah) UB. Alasan tidak mau bertanda tangan karena akan membacanya dulu untuk dipahami. 

SURYAMALANG.COM, MALANG- Wakil Rektor (WR) III Universitas Brawijaya (UB) Dr Setiawan Noerdajasakti SH MH tidak mau menandatangani piagam kedaulatan mahasiswa, Kamis (22/6/2023). Dalam piagam itu ada tujuh hal yang dibacakan oleh mahasiswa yang tergabung dalan Aliansi Mahasiswa Brawijaya (Amarah) UB. Alasan tidak mau bertanda tangan karena akan membacanya dulu untuk dipahami.

Namun jawabannya malah membuat emosi mahasiswa karena sudah dibacakan poin-poinnya. Aksi mahasiswa ini dilakukan karena merasa ada ketidakbebasan dalam akademik dan berekspresi/berdemokrasi untuk menyampaikan apa yang dikritisi mahasiswa. Serta adanya dugaan pembekuan program kegiatan Eksekutif Mahasiswa (EM) UB. "Kita mendesak WR 3 untuk menandatangani tanpa pidato," kata orator acara. 

Namun WR 3 tidak mau. "Tanda tangan...tanda tangan," teriak mahasiswa di halaman rektorat UB. "Saudara ini mengundang saya tapi saya tidak boleh bicara," jawab Sakti. Pada awal aksi, saat mahasiswa dari lapangan rektorat ke halaman rektorat, WR 3 yang baru datang sudah mendekati aksi yang diikuti puluhan mahasiswa UB. "Perwakilan mahasiswa silahkan ke kantor saya," ajak Sakti. 

Tapi mahasiswa tidak mau. Lalu WR 3 ke kantornya di rektorat. Setelah sekian lama berorasi, Sakti turun.
Mahasiswa lalu membacakan poin-poin tuntutannya. Yang unik, karena tidak diberi kesempatan berbicara, pegawai UB kemudian membawakan mic agar Sakti bisa berbicara. Namun aksinya malah ditinggalkan mahasiswa. Mereka menjauh dari gedung rektorat UB namun masih di sekitarnya. Tak lama kemudian, ia dan stafnya meningggalkan lokasi.

Pada wartawan yang meminta konfirmasi, Sakti tidak bersedia. Ia lalu naik lift. Dalam aksi itu juga ada Presiden EM UB Rafly Rayhan Al Khajri. Adapun tujuh poin yang disampaikan mahasiswa antara lain menuntut WR 3 mengembalikan hak kedaulatan dan kekebebasan berpendapat berekspresi mahasiswa, menuntut penuntasan kasus kekerasan seksual di lingkup kampus sesuai dengan prosedur tanpa intervensi dari pihak manapun dan lainnya.

Pada wartawan dan pers kampus, Rafly memberikan pernyataan usai aksi. "Hari ini ada yang mengalami intimidasi drop out dari wadek III fakultas. Maka saya nyatakan hari ini UB darurat demokrasi, akademik dan kebebasan berekspresi," kata Rafly. Karena WR 3 tidak bersedia memberikan tanda tangan pada piagam kedaulatan mahasiswa, ia minta pada Rektor UB untuk mengambil kebijakan pada WR 3. 

Ditanya suryamalang.com apa memberikan tenggat waktu untuk WR 3 UB untuk tanda tangan ia menjawab akan membicarakan dulu pada tim. Maka aksi itu mengalami deadlock karena masing-masing pihak saling bertahan dengan apa yang diinginkan. Kegiatan itu juga nampak dipantau beberapa petugas kepolisian yang berada di sekitar rektorat.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved