Kamis, 23 April 2026

Berita Lamongan Hari Ini

Panen Raya Padi Organik di Desa Prijengablak Kecamatan Karanggeneng, Lamongan

"Alhamdulillah dengan bimbingan Pak Hamim (Guru SL-PHT) sawah saya menggunakan pupuk organik tanaman saya sehat, tidak terserang penyakit."

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yuli A
hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat bertandang turut panen raya di Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, Selasa (27/6/2023). 

"Alhamdulillah dengan bimbingan Pak Hamim (Guru SL-PHT) sawah saya menggunakan pupuk organik tanaman saya sehat, tidak terserang penyakit, anakannya pun banyak, rata-rata 23 sampai 25 batang," ungkapnya.

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Kaum tani Desa Prijengablak Kecamatan Karanggeneng, Lamongan sukses menanam padi dengan menerapkan manajemen tanaman sehat yang didapat di Sekolah Lapang Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (SLPHT).

Apa yang dilakukan petani Prijengablak ini dapat dijadikan inspirasi bagi petani lain dengan memanfaatkan dana desa untuk kelangsungan ketahanan pangan dengan pola SL-PHT.

"Tentu yang dilakukan oleh para petani Prijengablak ini dapat menjadi inspirasi bagi petani lain, terlebih menggunakan dana desa untuk ketahanan pangan," kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat bertandang turut panen raya di Prijekngablak, Selasa (27/6/2023).

Praktik tanaman sehat ini dapat mengurangi biaya produksi, petani juga secara mandiri bisa membuat pupuk di SL-PHT dengan keterbatasan pupuk subsidi pemerintah. Kemandirian para petani yang memunculkan kearifan lokal yang kadang tidak bisa dilakukan di tempat lain, tapi struggle petani di Prijek bisa melaksanakan dengan sebaik-baiknya.

"Ini  menunjukkan adanya  daya juang yang bisa menjadi inspirasi bagi petani lain," ungkap Kaji Yes.

Yuhronur memuji cara petani menggunakan agen hayati dalam upaya mengusir hama penyerang padi, seperti halnya penggunaan rumah burung hantu (rubuha), hingga keong emas dan tinja sapi.

"Ini  menjadi pengalaman baru, biasanya tikusnya bahkan tidak menyisakan hasil padi untuk petani, karena menggunakan Gondang (keong emas) terus ditambahi kotoran sapi dan sebagainya sekarang tikusnya gak doyan (tidak berselera makan padi)," katanya.


Dan bahkan termasuk hama-hama yang lain dapat diatasi dengan agen hayati dengan Biosaka dan sejenisnya. Ini ide cerdas yang telah dibuktikan oleh para petani Prijekngablak.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan,  Muhammad Wahyudi, mengatakan, tantangan musim panen padi 2023 di tengah ancaman el nino ini tidak mudah, harus dimitigasi dan diantisipasi dengan langkah konkrit. 


Adanya inovasi untuk menjaga dan meningkatkan produksi tanaman padi telah dilakukan yakni dengan inovasi Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dengan pemanfaatan bahan organik, budidaya padi hibrida di lahan tadah hujan/kering, dan peningkatan indeks pertanaman melalui optimasi lahan. 

 


Pada kesempatan tersebut, Muslikh, salah satu petani Prijengablak menceritakan pengalamannya mendapatkan pendidikan di SL-PHT mengungkapkan, akan menyesal jika sehari saja tidak mengikuti kelas pertanian.


"Alhamdulillah dengan bimbingan Pak H. Hamim (Guru SL-PHT) sawah saya  menggunakan pupuk organik tanaman saya sehat, tidak terserang penyakit, anakannya pun banyak, rata-rata 23 sampai 25 batang," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved