Berita Malang Hari Ini
Revitalisasi Pasar Besar Malang Butuh Rp 480 Miliar, DPRD Minta Dibiayai Pemerintah Pusat
rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang itu telah diusulkan ke Kementerian PUPR RI dengan anggaran sekitar Rp 480 miliar.
Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
Rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang itu telah diusulkan ke Kementerian PUPR RI dengan anggaran sekitar Rp 480 miliar.
SURYAMALANG.COM, MALANG - DPRD Kota Malang mengungkapkan bahwa rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang terancam batal digarap pada tahun 2023 ini. Pasalnya, Kementerian PUPR RI ternyata tak memprioritaskan penganggaran proyek tersebut.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) 'Tiga Pasar' DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi menjelaskan Pemerintah Kota Malang melalui Diskopindag telah mengusulkan revitalisasi pasar ke Kementerian PUPR RI untuk menjadi prioritas. Namun ternyata, Kementerian PUPR tidak memprioritaskan revitalisasi pasar itu.
"Kami di DPRD sudah mendorong melalui DPR RI dan juga ke Kementrian Perdagangan, terakhir di Kementerian PUPR, ternyata rencana pembangunan Pasar Besar Kota Malang ini tidak masuk dalam list pembangunan Kementerian PUPR," ujarnya.
Arif berpendapat, rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang terancam berubah skema karena harus menggunakan APBD Kota Malang.
"Jadi pada 2023 ini tidak mungkin dilakukan revitalisasi, meski melalui anggaran di APBD. Pasalnya sudah mendekati tahun anggaran. Tidak mungkin dianggarkan di PAK untuk renovasi maupun revitalisasi Pasar Besar," ucapnya.
Pasca kebakaran 2016 itu, pemeliharaan Pasar Besar Kota Malang terus mengalami kendala karena terbentur persoalan perjanjian kerja sama dengan PT Matahari Putra Prima. Pemkot Malang kemudian memutus perjanjian kerja sama itu pada Januari 2023 lalu agar bisa segera dilakukan pemeliharaan.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih intens melakukan komunikasi dengan Kementerian PUPR agar revitalisasi pasar bisa segera terlaksana.
"Kami masih intens melakukan komunikasi dengan pusat. Kami masih melakukan komunikasi, jadi masih kami upayakan," kata Eko.
Eko menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam pada Pasar Besar Kota Malang itu. Mulai kajian teknis, kajian sosial dan kajian ekonomi. Dalam kajian teknis, kondisi fisik Pasar Besar Kota Malang saat ini menurutnya sudah sangat perlu dilakukan perbaikan. Diketahui, sejumlah fasilitas di pasar telah mengalami kerusakan.
"Kemudian dari kajian sosial, masyarakatnya. Ya memang di tengah dan belakang pasar itu kondisinya sangat memprihatinkan, gelap dan sebagainya," jelasnya.
Kata Eko, persoalan yang ada di Pasar Besar harus segera dipecahkan agar para pedagang benar-benar terfasilitasi. Dengan demikian, pendapatan atau omzet pedagang bisa meningkat. Salah satu solusinya menurutnya adalah revitalisasi.
Dia menyampaikan bahwa rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang itu telah diusulkan ke Kementerian PUPR RI dengan anggaran sekitar Rp 480 miliar.
"Anggaran itu untuk revitalisasi fisik dan non fisik. Pada revitalisasi non fisik, ekonominya harus diperbaiki dan harus lebih baik. Pendapatan harus naik," ucapnya. Kini, pihaknya juga menanti kabar baik soal penganggaran Pasar Besar Kota Malang dari Kementerian PUPR.
"Ini tinggal menunggu pusat. Kami optimis bisa direalisasikan," tandasnya. (Benni Indo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pedagang-dan-pembeli-bertransaksi-di-pasar-besar-kota-malang.jpg)