Berita Malang Hari Ini
WAWANCARA EKSKLUSIF Hanan Jalil: Kami Berpolitik dengan Riang Gembira
Partai politik (parpol) merekrut tokoh potensial untuk menguasai kursi legislatif dalam Pemilu 2024.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Partai politik (parpol) merekrut tokoh potensial untuk menguasai kursi legislatif dalam Pemilu 2024.
Banyak tokoh muda yang masuk partai atau pindah partai demi menjadi anggota DPRD Kota Malang.
Partai NasDem Kota Malang telah menampung Dito Arif dan Mochammad Ula untuk perebutan kursi DPRD periode 2024-2029.
Dua orang ini bukan politisi baru di Kota Malang. Dua tokoh ini pernah menjadi anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 hasil Pergantian Antar Waktu (PAW).
Partai NasDem berharap kedatangan kaum muda bisa menambah perolehan kursi di DPRD Kota Malang.
Partai NasDem memiliki dua kursi di DPRD Kota Malang periode 2019-2024. Partai NasDem menarget berapa kursi DPRD Kota Malang dalam Pemilu nanti?
Berikut ini wawancara eksklusif editor SURYAMALANG.COM, Hesti Kristanti dengan Ketua DPD Nasdem Kota Malang, Hanan Jalil.
Wawancara eksklusif ini juga dapat disaksikan di kanal YouTube Surya Malang.
Istilahnya, visinya sudah searah. Untuk memilih rumah yang nyaman, apakah ini dapat memunculkan kekhawatiran?
Tidak. Tidak ada mahar politik di Partai NasDem. Pak Surya Paloh sangat prosedural dan taat pada asas dalam berorganisasi sehingga siapapun yang ada di rumah besar kaum pergerakan ini akan merasa nyaman kalau.
Orang yang tidak nyaman biasanya lompat-lompat itu tadi. Orang yang tidak biasa lompat dan mencari rumah yang nyaman, ya di Partai NasDem. Karena kami diperintahkan oleh ketua umum untuk berpolitik dengan riang gembira.
Sekarang Partai NasDem memiliki dua kursi di DPRD Kota Malang. Jumlah ini cukup minim, dan sekarang menarget tujuh kursi. Berkaca pada pemilu 2019, kekurangan apa yang akan dievaluasi di Pemilu mendatang?
Struktur caleg dan saksi. Saat itu struktur kurang bagus, dan caleg kurang bagus. Kami juga tidak memiliki saksi yang bagus di masing-masing TPS.
Itu penyebab utama Partai Nasdem tidak bisa meraih kursi maksimal saat itu. Saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa dan belum bisa berbuat banyak karena saat saya menjadi ketua Partai Nasdem pada tahun 2019, semua sudah ada calegnya.
Saya juga tidak bisa mengubah strukturnya. Saya dihadapkan dengan konsentrasi sehingga tidak berpiikir struktur. Jadi, saya langsung kontestasi.