Kamis, 23 April 2026

500.000 UMKM Baru Gabung Grab dan OVO pada Tahun Ini

Sebanyak 500.000 pelaku UMKM baru bergabung dalam platform Grab dan OVO dalam setahun terakhir ini.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Zainuddin
DOK./Grab Indonesia
Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi (empat dari kanan) dalam acara mukbang makanan khas Nusantara dalam peringatan Hari UMKM Nasional di Fresh Market, Tangerang Selatan, Sabtu (6/8). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebanyak 500.000 pelaku UMKM baru bergabung dalam platform Grab dan OVO dalam setahun terakhir ini.

Bergaubungnya 500.000 UMKM itu telah menciptakan 1 juta lapangan kerja baru.

Grab dan OVO menggelar Hajatan UMKM 2023 sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan kontribusi penting pelaku UMKM tersebut.

Acara rangkaian kegiatan menuju peringatan Hari UMKM Nasional tersebut digelar di Fresh Market, Tangerang Selatan, Sabtu (6/8).

Pengunjung Hajatan UMKM 2023 juga dihibur dengan pertunjukan seni, area permainan keluarga, dan sesi olahraga bersama.

"Melalui Hajatan UMKM 2023, Grab memberikan kesempatan bagi puluhan pelaku UMKM dari Jabodetabek, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan untuk mempromosikan produk unggulan mereka," kata Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (7/8).

Sesuai data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) UKM, ada 22 juta UMKM yang sudah onboarding.

Ditargetkan ada 24 juta UMKM yang masuk ekosistem digital pada 2023.

Neneng menyebutkan Grab dan OVO terus dukung pemerintah untuk capai target digitalisasi 30 juta UMKM pada 2024.

"Berbagai inisiatif akan terus dilanjutkan untuk memfasilitasi UMKM dalam mengembangkan usaha, seperti program pelatihan digital di aplikasi GrabMerchant, dan portal informasi satu pintu melalui akun Instagram @GrabMerchantID," ungkap Neneng.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyambut baik inisiatif Grab dan OVO yang mendukung dan memfasilitasi UMKM untuk melakukan transformasi digital.

"UMKM memiliki posisi dan peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi PDB Indonesia sebesar 61 persen dan menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen," kata Teten.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved