Berita Kota Batu Hari Ini
Penyebab Pedagang Tak Segera Pindah ke Pasar Induk Kota Batu
Pasar Induk Among Tani yang digadang-gadang menjadi pasar tradisional terbesar di Indonesia itu sudah selesai dibangun sejak bulan Mei lalu
Penulis: Dya Ayu | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, BATU - Masyarakat luas mempertanyakan waktu Pasar Induk Among Tani di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu, mulai dibuka dan aktif menjadi tempat jual beli.
Pasalnya, Pasar Induk yang digadang-gadang menjadi pasar tradisional terbesar di Indonesia itu sudah selesai dibangun sejak bulan Mei lalu dan Diskoperindag Kota Batu mengatakan proses perpindahan pedagang dari pasar relokasi ke Pasar Induk akan dilakukan pada bulan Juni.
Nyatanya sampai dengan saat ini para pedagang baru memasuki tahap penyerahan berkas sebagai bentuk permohonan mendapatkan kartu pedagang. Nantinya kartu tersebut akan digunakan untuk mendapatkan nomor undian kios dan los.
Menurut Kepala UPT Pasar Kota Batu, Agus Suyadi ada faktor non teknis yang menjadi penyebab para pedagang belum dapat ‘boyongan’ ke Pasar Induk. Hal itu berhubungan dengan kepercayaan orang Jawa yakni Bulan Suro.
“Penyebab pedagang belum pindah banyak non teknis disana. Pedagang disini 99 persen orang Jawa. Jadi menganut tradisi atau kepecayaan Jawa. Mau pindahan bulan Juli lalu ada larangan saat Bulan Suro tidak boleh berpindah rumah ataupun pindahan lainnya,” kata Agus Suyadi saat menjawab pertanyaan Suryamalang.com, Selasa (22/8/2023).
Sementara itu ada juga faktor teknis yang menyebabkan para pedagang belum pindah ke Pasar Induk, hal itu karena Perwali yang mengatur soal penataan pasar dan perpindahan pedagang dari pasar relokasi ke Pasar Induk baru rampung bulan ini. Sehingga dengan adanya Perwali ini, pedagang dengan tenang dapat pindah karena memiliki payung hukum.
Pasar Induk Among Tani dibangun di atas lahan seluas 39.548 m2 dengan total luas bangunan 35.077 m2. Diisi kios sebanyak 1.733 unit dan los sebanyak 1.033 unit. Terbagi tiga lantai dengan pembagian lantai 1 sebagai zona basah, lantai 2 sebagai zona kering dan lantai 3 sebagai zona makanan dan kuliner.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/proses-pembangunan-pasar-Induk-Kota-Batu.jpg)