Rabu, 29 April 2026

Berita Viral

Hidup Keluarga Tupan Terisolasi di Atas Bukit Tak Mampu Pindah, Terancam Serangan Monyet dan Longsor

Hidup keluarga Tupan terisolasi di atas bukit sungguh menyedihkan. Terancam serangan monyet hingga tanah longsor.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
Kompas.com
Hidup Keluarga Tupan Terisolasi di Atas Bukit Tak Mampu Pindah Terkendala Biaya 

SURYAMALANG.COM - Hidup keluarga Tupan terisolasi di atas bukit sungguh menyedihkan. 

Tupan dan keluarganya yang tergolong warga miskin hanya bisa pasrah karena tak mampu pindah dari atas bukit. 

Keluarganya harus tinggal jauh dari kawasan pemukiman penduduk bahkan belum bisa diakses menggunakan kendaraan bermotor. 

Terlebih kini keluarga mereka mendapat ancaman dari serangan monyet dan juga rawan longsor. 

Diketahui, Tupan merupakan warga Padukuhan Suru, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Di atas bukit tersebut, tersisa dua rumah yang berpenghuni.

Rumah itu adalah milik Tupan, dan satu lagi milik warga lain.

Mereka masih tetap tinggal di sana meski terisolasi.

Dulu, Padukuhan Suru merupakan area permukiman yang dihuni oleh lebih 20 KK.

Namun satu per satu para penduduk memutuskan untuk pergi meninggalkan padukuhan.

Potret rumah Tupan di atas bukit.
Potret rumah Tupan di atas bukit. (Kompas.com)

Baca juga: Curhat Mantan Pramugari kini Jadi Emak-emak, Kenang Dulu Punya Tubuh Kurus dan Sering Healing

Baca juga: Fakta-fakta Investigasi Truk Tabrak Penonton Karnaval di Pacet, Kondisi Kendaraan dan Nasib Korban

Kini hanya tersisa Tupan dan satu keluarga lain.

Hidup terisolasi di atas bukit, mereka harus berjuang untuk beraktivitas sehari-hari.

Bahkan kini, dua keluarga itu harus berhadapan dengan teror serangan monyet.

Tupan mengatakan, ia ingin pindah dari tempat tersebut.

Sayang, ia tidak memiliki cukup uang untuk bisa pindah rumah.

"Mau bagaimana sebenarnya mau pindah rumah tapi tidak ada biaya," kata Tupan saat dihubungi wartawan melalui telepon milik salah seorang warga lain, Minggu (27/8/2023), dilansir dari Kompas.com.

Dirinya saat ini tinggal bersama istri bernama Melestari, dan seorang anak yang masih sekolah.

Saat berbicara melalui telepon suaranya sering terputus-putus karena sinyal internet juga terbatas.

Tupan mengatakan, untuk sampai ke rumahnya harus berjalan kaki karena berada di perbukitan timur hutan Wonosadi, Kalurahan Kampung.

Untuk sampai harus menempuh jalan kaki sekitar 30 menit.

Jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.

Untuk akses penerangan, menyambung jaringan listrik milik warga yang ada di bawah bukit.

Selain dirinya, di agak bawah ada rumah milik Winarno.

Winarno menjabat salah satu ketua RT di Padukuhan Suru.

Nasibnya juga sama dengan Tupan, hingga kini terpaksa tinggal di perbukitan.

"Selain rawan longsor, saat ini muncul serangan monyet ekor panjang," kata Winarno. Winarno kini tinggal bersama enam orang keluarganya, bahkan ada yang masih balita.

Sebenarnya di atas bukit itu dulu total ada 22 KK, dan mulai berkurang karena pindah.

Sementara dihubungi terpisah, Lurah Kampung, Suparna membenarkan masih ada dua rumah di atas bukit.

Dia mengatakan yang terakhir pindah ada dua kepala keluarga pada 2020 lalu.

Dikatakannya, Tupan sebenarnya sudah memiliki lahan di dataran yang lebih rendah.

Dia membeli dari warga dengan harga jauh di bawah dari harga pasaran.

"Mereka warga kurang mampu, sementara kemampuan dana desa memberikan bantuan hanya Rp 10 juta, dan itu tidak cukup untuk membangun rumah.

Beliau tidak mau karena tidak cukup membangun rumah," kata Suparna.

Suparna sebenarnya kasihan kepada warganya itu, karena tergolong tidak mampu, dan menempati tanah pribadi di atas perbukitan.

Apalagi saat ini muncul serangan monyet ekor panjang.

"Monyet ekor panjang yang saat ini menyerang kasihan sekali," kata dia.

Diceritakan Suparna, pada 2019 lalu, orangtua Tupan, yakni Mbah Markiyem hilang.

Sampai saat ini tidak ditemukan, meski saat itu puluhan relawan sudah dikerahkan.

Saat ini pihaknya tengah berkomunikasi dengan Pemerintah DIY untuk mencari solusi terkait dua warga tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved