Jumat, 15 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

WAWANCARA EKSKLUSIF Heri Cahyono: Politik Itu Penuh Pragmatisme

Heri Cahyono sempat bertarung dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang. Kala itu Heri Cahyono berdampingan dengan Gunadi Handoko dari jalur independen.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, MALANG - Heri Cahyono sempat bertarung dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang.

Kala itu pria yang akrab disapa Sam HC tersebut berdampingan dengan Gunadi Handoko melalui jalur independen.

Gagal bertarung di Pilbup Malang, Sam HC mencoba bertarung di Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Malang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Saat ini atribut Sam HC sudah tersebar di berbagai sudut jalanan Kota Malang.

Apa upaya menjadi kepala daerah di Malang Raya ini termasuk ambisi?

Berikut ini wawancara eksklusif wartawan SURYAMALANG.COM, Benni Indo dengan Sam HC. Wawancara eksklusif ini dapat disaksikan di kanal YouTube SURYAMALANG.com.

Sebelumnya Anda mencalonkan bupati di Kabupaten Malang, lalu sekarang calon wali kota. Ini ambisi atau apa?

Kembali ke Malang Jejeg, yaitu pergerakan moral yang lahir karena keprihatinan dan didirikan untuk perbaikan, bukan untuk menjadi bupati, wali kota, DPR, dan sebagainya. Kami menuju ke perbaikan itu.

Alat terbaik untuk perbaikan ada di eksekutif yang menjadi pusat kekuasannya. Kalau ini diambil, maka perbaikan bisa masif dilakukan karena ada pengambil kebijakan di eksekutif.

Ketika alatnya tidak bisa diambil, maka perbaikan harus terus dilakukan. Itu kami buktikan dengan kantor Malang Jejeg yang tidak pernah tutup. Kami juga mendirikan departemen-departemen yang memiliki kegiatan pemberdayaan ekonomi.

Kalau ditanya, apakah saya serakah? Tidak. Perhitungannya, ketika saya ingin kuasa, kami memperoleh 143.000 suara di Kabupaten Malang waktu itu. Kalau mau ke Senayan, perlu upaya sedikit lagi. Tapi saya menolak karena kekuasaan di legislasi itu tidak banyak berpengaruh untuk melakukan perubahan.

Sementara Malang Jejeg punya program Kampung Manajemen yang dilaksanakan di eksekutif. Untuk detail Kampung Manajemen, itu nanti karena itu manajemen kendali otomatis yang akan memimpin daerah tidak lagi bergantung pada figur, tapi pada sistem. Bisa mengontrolnya secara langsung.

Anda mendapat 143.000 suara di Kabupaten Malang. Kalau di Kota Malang nanti mau independen lagi atau mencari partai?

Itu menjadi urusan manajemen Malang Jejeg. Intinya, Malang Jejeg ini 100 pergerakan idealis. Saya ada di sini, dan politik itu penuh pragmatisme. Ini tidak akan ketemu. Ini perlu ada jembatan ke sana karena ini realita yang terjadi.

Saat ini manajemen Malang Jejeg sedang mengurus apakah nanti saya independen, atau bergabung dengan partai juga OK. Saya serahkan semuanya ke manajemen. Ibarat pengantin, saya menjadi pengantin saja. Masalah kuade, kursi, dan sebagainya, bukan saya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved