Breaking News

Berita Malang Hari Ini

Harga Beras di Kota Malang Naik

Harga beras naik di Kota Malang. Bahkan beras medium dari Bulog kemasan 5 kilogram (Kg) pun naik dari Rp 47.250 menjadi Rp 54.500.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Sejumlah warga antre membeli beras saat Pasar Murah di UPT Perlindungan Konsumen Malang Disperindag Jawa Timur (Jatim), Jumat (8/9). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Harga beras naik di Kota Malang. Bahkan beras medium dari Bulog kemasan 5 kilogram (Kg) pun naik dari Rp 47.250 menjadi Rp 54.500.

Pedagang di Pasar Besar Malang (PBM), Afi Rizkia mengaku mendapat pasokan beras sebanyak 250 Kg dari Bulog pada akhir pekan lalu. Saat ini pasokannya sudah menipis, dan kemungkinan segara habis.

"Kalau beras Bulog datang, pembeli langsung datang. Sekarang harga beras naik. Saya tidak tahu kenapa harga beras bisa naik," ujar Afi kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (8/9).

Bukan hanya Beras kualitas medium yang naik. Harga beras kualitas premium ukuran 25 Kg juga naik dari Rp 310.000 menjadi Rp 345.000.

Beras Bulog kualitas medium hanya tersedia dalam kemasan 5 kilogram. Bulog tidak menyalurkan beras premium.

Wakil Kepala Kantor Bulog Malang, Wira Hutomo mengatakan harga beras kualitas medium dari cadangan beras pemerintah memang harganya naik.

"Sesuai data di Sistem Informasi Ketersediaan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga beras kualitas medium memang naik," kata WIra.

Sesuai data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, stok beras mencapai 5.111 ton. Sedangkan kebutuhan beras di Kota Malang mencapai 4.111 ton.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan mengatakan mayoritas warga Kota Malang mengonsumsi beras medium daripada beras premium. Kota Malang termasuk kota konsumen beras, dan kebutuhannya lebih tinggi daripada produksinya.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, rata-rata konsumsi beras warga Kota Malang sebanyak 5,22 Kg. Sedangkan produksi beras di Kota Malang hanya 6.734,67 ton per tahun.

"Total panen padi sebanyak 15.000 ton dari luas tanam 803 hektare. Sedangkan kebutuhan beras antara 35.000 sampai 40.000 ton setahun," ujar Slamet.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputra menyatakan panen padi periode Januari-Juli sebanyak 377.000 ton gabah kering panen.

Gabah sebanyak itu bila dikonversi beras menjadi 242.034 ton atau 64,2 persen. "Jadi, Kabupaten Malang surplus 100.354 ton pada Agustus," kata Avicenna.

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved