Rabu, 22 April 2026

Berita Batu Hari Ini

Komisi V DPR RI Tinjau Pasar Induk Among Tani Kota Batu

Anggota Komisi V DPR RI itu ingin memastikan pasar yang dibangun menggunakan dana Rp 166 miliar dari APBN tersebut siap beroperasi.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
(myu/surya)
Komisi V DPR RI Tinjau Kesiapan Pasar Induk Among Tani Kota Batu (myu/surya) 

SURYAMALANG.COM, BATU - Anggota Komisi V DPR RI meninjau Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Jumat (8/9).

Anggota Komisi V DPR RI itu ingin memastikan pasar yang dibangun menggunakan dana Rp 166 miliar dari APBN tersebut siap beroperasi.

Rombongan Komisi V DPR RI melihat kondisi lantai 1 sampai lantai 3 untuk melihat setiap bangunan dan bahan yang digunakan dalam pembangunan pasar di Jalan Dewi Sartika tersebut.

"Kami datang untuk meninjau dan melihat secara langsung pembangunan pasar modern di Kota Batu. Karena anggarannya cukup besar, kami ingin tahu kesiapannya sebelum pedagang masuk. Karena pedagangnya beragam, mulai dari pedagang makanan, tekstil, emas dan sebagainya, penempatannya harus dipisahkan," kata Sadarestuwati, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR kepada SURYAMALANG.COM.

Rombongan Komisi V DPR RI juga mengecek kesiapan fasilitas umum di pasar yang dibangun di atas lahan seluas 34.060 meter persegi tersebut.

"Ketersediaan fasilitas umum yang paling penting di setiap pasar adalah toiletnya. Kami melihat toiletnya sudah sangat bagus, dan desainnya juga sangat bagus. Tinggal bagaimana pengelolaan pasar ini bagaimana," ujarnya.

"Kebersihan dan ketertiban pedagang juga harus diutamakan. Karena melihat kemegahan pasar ini, kalau tidak dirawat dengan baik dan jadi kemproh, kasihan pengunjungnya,” tambahnya.

Komisi V DPR RI memberi catatan soal belum adanya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

"Kami minta untuk dipersiapkan TPS3R karena pasar harus ada TPS3R. Mungkin kemarin kelupaan menganggarkan TPS3R. Kami minta secepatnya segera diprogramkan," terangnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Sri Rahayu berharap pembangunan pasar yang memiliki 1.716 kios dan 914 los itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Semoga memberi manfaat bagi masyarakat, konsumen, dan pemerintah daerah, dan dapat berkontribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tutur Sri Rahayu.

Kepala Diskoperindag Kota Batu, Eko Suhartono mengatakan pihaknya akan menyempurnakan kelengkapan pasar induk tersebut.

"Terima kasih atas masukan positif yang sudah diberikan Komisi V DPR RI. Memang ada beberapa catatan, dan kami akan segera memperbaiki itu. Insya Allah kami sesegera mungkin membangun TPS3R," ujar Eko Suhartono.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan ada dua proyek nasional lain di Kota Batu, yaitu pembangunan wisata Kereta Gantung di Jalibar, dan pelebaran Jalan Ir Soekarno. Aries berharap pembangunan dua proyek nasional tersebut dapat berjalan lancar.

"Ketika saya dilantik menjadi Pj wali Kota Batu, Ibu Gubernur Jatim, memberi tugas dan pesan agar saya mengawal proyek nasional di Kota Batu. Semoga berhasil dan bermanfaat sesuai tujuan awal pembangunan pasar ini, yakni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Aries.

Saat ini pedagang masih jualan di Pasar Relokasi. Sesuai rencana, pedagang mulai pindahan ke pasar induk pada pertengahan bulan ini.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved