Kamis, 30 April 2026

Berita Kediri Hari Ini

Perusahaan Beton Cor di Kediri Pindah ke Krian, Sudah Empat Kali Ditutup Satpol PP

Satpol PP Pemkab Kediri menutup lagi operasional Terate Mix perusahaan beton cor di Jl Raya Totok Kerok, Kabupaten Kediri,

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yuli A
didik mashudi
Petugas Satpol PP Kabupaten Kediri sewaktu mendatangi perusahaan Terate Mix di Jl Raya Totok Kerok, Selasa (26/9/2023). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Satpol PP Pemkab Kediri menutup lagi operasional Terate Mix perusahaan beton cor di Jl Raya Totok Kerok, Kabupaten Kediri, Selasa (26/9/2023).

Peringatan penutupan itu disampaikan langsung Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Agoeng Nugroho yang mendatangi Terate Mix. Saat petugas datang terlihat masih ada aktivitas.

"Kita memerintahkan untuk berhenti total. Dari pihak penyedia telah menyatakan telah berhenti total. Malahan silo akan mulai dilepas," jelas Agoeng.

Termasuk mixer juga mulai dilepas dan telah mengeluarkan material. "Sebenarnya bukan produksi, tapi hanya sisa produksi karena jumlahnya agak banyak sehingga butuh waktu," jelasnya.

Agoeng juga menegaskan, dalam suratnya memberikan waktu sampai tanggal 1 Oktober 2023. Selama relokasi juga tidak boleh produksi dan akan dibawa keluar daerah. 

Dijelaskan Agoeng, perusahaan yang memproduksi beton cor itu setelah ditutup kemudian mengirimkan surat yang berbunyi ingin merelokasi sehingga segel yang terpasang kemudian dibuka oleh tim. 

Pihak perusahaan kemudian meminta waktu 30 hari, namun pihak Satpol PP  hanya memberi waktu 14 hari terhitung tanggal 15 September sampai batas akhir 1 Oktober 2023. 

Untuk keperluan relokasi tersebut kemudian dilakukan dengan membongkar silo dengan mengeluarkan bahan bakunya yang masih ada di dalam. "Sudah ada pernyataan resmi akan berhenti total dan akan pindah," jelasnya.

Sementara Dwi Purwoko, bagian operasional Terate Mix menjelaskan, perusahaannya sudah melakukan relokasi dengan mengeluarkan material seperti pasir yang dikirim ke wilayah Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Sementara untuk membongkar silo butuh waktu sekitar seminggu. "Kami hanya menghabiskan sisa semen. Kami sudah stop tidak ada produksi lagi," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved