Rabu, 22 April 2026

Berita Malang Hari ini

Pemilih Pemula di UB Jadi Sasaran Sosialisasi dan Pendidikan Pemilu 2024

Pemilih pemula di Universitas Brawijaya (UB) menjadi sasaran sosialisasi dan pendidikan pemilu 2024, Kamis (12/10/2023).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/sylvi
Pemilih pemula di Universitas Brawijaya (UB) menjadi sasaran sosialisasi dan pendidikan pemilu 2024, Kamis (12/10/2023). Kegiatan diadakan di aula gedung C Fisip UB yang diikuti mahasiswa itu bertajuk "KPU Goes to Campus, School and Pesantren". 

SURYAMALANG.COM,MALANG-Pemilih pemula di Universitas Brawijaya (UB) menjadi sasaran sosialisasi dan pendidikan pemilu 2024, Kamis (12/10/2023). Kegiatan diadakan di aula gedung C Fisip UB yang diikuti mahasiswa itu bertajuk "KPU Goes to Campus, School and Pesantren". Ada tiga narasumber yang di acara itu yaitu Dr Wawan Edi K SSos MSi, Kaprodi Doktor Sosiologi Fisip UB, Rochani, anggota KPU Jatim Divisi SDM dan Litbang. Serta M Adnan Magribbi, peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi.


Program nasional Setjen KPU ini dilaksanakan di sembilan lokasi, salah satunya di UB. "Jawa Timur  merupakan saah satu perhatian KPU karena DPT (Daftar Pemilih Tetap) di Jatim merupakan terbesar kedua setelah Jawa Barat," jelas Rochani di acara itu. Di seluruh Indonesia, jumlah pemilih hampir 204 juta. Sedang di Jawa Timur, ada 31 juta pemilih atau hampir 15 persen. "Maka ini menjadi salah satu pertimbangan tersendiri untuk memberikan perhatian bagaimana mengelola pemilih di Jatim," kata dia.


Sedang persentase pemilih pertama di Jabar ada 17 persen. Disusul Jatim dan ketiga adalah Jawa Tengah. "Karena itu penting bagi kita semua untuk menyadarkan pemilih," kata alumnus UB ini. Dengan mengangkat tema "Anak Muda Membangun Bangsa", dikatakan  bahwa kedudukan anak muda sangat penting. Apalagi dalam struktur penetapan DPT, hampir 52 persen pemilih didominasi oleh pemilih muda 17-40 tahun.


Dengan data itu, maka karakteristik dan potensi harus dikelola dengan baik. Sedang KPU ke kampus karena representasi dari berkumpulnya anak-anak muda, calon cendekiawan dan para pemilih cerdas. Sehingga dirasa tepat lokus kegiatan di kampus. "Jumlah mahasiswa UB saja sudah puluhan ribu. Harapannya, yang hadir 200 ini bisa menyalurkan pada teman-temannya," katanya.


Ditambahkan, dengan adanya pendidikan pemilih ini bisa memberikan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran pemilih dan pada akhirnya menggerakkan kesadaran untuk datang ke TPS menggunakan hak pilih. "Kami harap dengan pengetahuan kesadaran penggunaan hak pilih, maka pemilu tidak hanya memenuhi kewajiban prosedural, tetapi juga subtansialnya," papar Rochani.


Apalagi, lanjutnya, anak muda punya akses yang luar biasa terhadap segala informasi. "Jadi kami yakin mau hadir di TPS dengan modal cukup karena telah mempelajari apa dan siapa yang dipilih," pungkasnya. Di acara itu ia mencari tahu mahasiswa yang pernah menggunakan hak suaranya pada 2019. Hanya ada satu mahasiswa bernama Salsa dari Provinsi Banten. Tapi sisanya baru akan mau memilih pertama kali pada 14 Februari 2024.


Salsa mengatakan ingin menggunakan hak suaranya di daerahnya. Sedang Adrian, mahasiswa lain mengaku belum pernah menggunakan hak pilihnya. "Apa sudah tahu masuk DPT? Kalau belum, nanti akan saya beritahu bagaimana mengeceknya," papar Rochani. 


Sedang Dekan Fisip UB Prof Anang Sujoko SSos MSi D COMM pada wartawan mengatakan bahwa pemilih muda bukan hanya sekedar pemilih tetapi penyelenggara pemilu memberikan edukasi agar mereka memilih dengan benar dan sesuai hati hati nurani. "Apapun pilihannya akan menentukan masa depan bangsa," kata dia.


Maka perlu memiliki bekal informasi yang cukup siapa yang layak dipilih. "Hindari juga miss informasi, penyebaran hoax yang menjatuhkan martabat bangsa," ujar Anang. Dikatakan, dengan kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran pemilih pemula


"Kan kita punya mata kuliah, bagaimana menyikapi dan menelusuri informasi untuk membangun karakter. Apapun pilihan kita, ini bentuk tanggung jawab kita pada negara," jawabnya. Selain itu, kegiatan ini sebetulnya membekali secara tidak langsung bagaimana bermasyarakat dengan baik.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved