Selasa, 14 April 2026

Berita Malang Hari Ini

KAN Jabung Buat Farm Sendiri Topang Bisnis Susu

Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Syariah Jawa Timur berencana membuat peternakan sapi atau farm sapi.

Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/beni
Sapi- sapi perah milik KAN Jabung yang berada di farm. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Syariah Jawa Timur berencana membuat peternakan sapi atau farm sapi. Presiden Direktur KAN Jabung Eva Marliyanti menyatakan, pembangunan farm ini tengah berlangsung saat ini 

Farm dikembangkan untuk meningkatkan potensi bisnis KAN Jabung melalui populasi sapi dan perluasan kandang. Saat ini, harga susu hasil produksi koperasi masih dikendalikan oleh industri. Pihak koperasi tidak bisa mengendalikan harga karena tidak banyak memproduksi olahan susu, padahal kapasitas produksinya cukup tinggi yakni mencapai 45 ton.

"Kami melihat adanya pertumbuhan produksi susu di Indonesia yang cenderung stagnan. Jadi populasi dan produksi kami juga tetap, pendapatan tidak dapat melonjak jauh sehingga butuh bisnis baru agar pendapatan anggota itu layak. Kami agak sedikit rem menciptakan peternak baru, tapi kami melakukan bagaimana peternak saat ini bisa secara jumlah produksi atau skala usahanya meningkat. Sehingga yang kami coba buat adalah farm ini," terang Eva, Senin (23/10/2023).

Dipaparkan Eva, farm memiliki dua tujuan. Pertama untuk peternakan yang modern dan kedua membuat usaha yang dilakukan bersama-sama. Eva menyebut, untuk mengawali program farm ini, rencananya 250 ekor sapi akan ditempatkan di lahan seluas 1 hektare.

"Pengembangan ini lebih ke arah perkembangan sapi perah," ungkapnya.

Sebelum PM, populasi sapi sapi di KAN Jabung mencapai sekitar 11ribu secara keseluruhan. Kondisi bisnis sempat surut akibat pandemi serta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Bahkan dampak PMK masih terasa hingga saat ini bagi KAN Jabung. Saat PMK, ada 300 ekor sapi yang mati. 

Eva melihat, kematian tidak begitu berdampak besar. Justru dampak besar produksi susu berasal dari sapi-sapi yang selamat PMK. Sebagian besar sapi yang selamat pernah terjangkit PMK dan masih berada dalam proses penyembuhan. Pihak koperasi turut membantu biaya untuk perawatan dan pakan. 

Beberapa peternak memilih menjual sapi untuk menyeimbangkan biaya perawatan dan kebutuhan ekonomi rumah. Sapi-sapi yang sakit juga mengakibatkan turunnya produksi susu. Sebelum PMK, produksi susu bisa sampai 26 liter per peternak. Saat ini, produksi susu tengah diupayakan mencapai 8,5 hingga 9 liter.

"Kalau kematian ada 300 ekor, tapi dampaknya karena sapi ini sakit susunya habis.  Jadi kehilangan populasi kami bukan karena kematian," ujar Eva.

Pihak koperasi telah meluncurkan 300 ekor sapi baru kepada para peternak. Sapi-sapi itu diharapkan bisa meregenerasi sapi lama sehingga produksinya membaik. Eva mengklaim, anggota koperasi yang utamanya peternak masih bersemangat untuk bangkit dari kondisi sulit saat ini.

"Jadi anggota sebetulnya masih semangat. Anggota butuh pembiayaan murah karena sapi pengganti agak sulit untuk didapatkan saat ini," paparnya. 

Eva berharap ada instrumen pemberdayaan atau bantuan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Saat ini, pihak koperasi secara mandiri mencoba untuk mengatasi persoalan yang ada. 

Produksi susu segar di Jawa Timur menurut Badan Pusat Statistik tercatat 543.687,16 liter ton pada 2022. Di Kabupaten Malang, data terakhir dicatat oleh BPS Kabupaten Malang pada 2019 menunjukan produksi susu mencapai 155.083,50. (Benni Indo)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved