Rabu, 15 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Dewan Ingatkan Dinkes Pemkab Malang Berhati-hati Terkait Pelaksanaan Proyek Antrometri

DPRD Kabupaten Malang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Malang agar berhati-hati terkait pelaksanaan proyek pengadaan Antropometri kit

Penulis: Imam Taufiq | Editor: rahadian bagus priambodo
dok.ist
Ilustrasi Antropometri kit 

SURYAMALANG.COM, MALANG - M Saiful Effendi, DPRD Kabupaten Malang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Malang agar berhati-hati terkait pelaksanaan proyek pengadaan Antropometri kit senilai Rp 21 miliar buat 1.886 posyandu di Kabupaten Malang.

Sebab, itu proyek bertujuan bagus yakni untuk mendeteksi bayi berpotensi ada gangguan pertumbuhan (stunting) sehingga jangan sampai ada masalah di kemudian hari karena proses pengadaan barangnya, misalnya.

"Iya, itu proyek mulia dan nilainya besar (Rp 21 miliar) sehingga selalu kami mewanti-wanti jangan sampai terjadi masalah terkait pengadaan barangnya," tegas Saiful, anggota dewan dari Partai Gerindra tiga periode ini, Senin (30/10/2023).

Menanggapi hal itu, Wiyanto Wijoyo, Kadinkes Pemkab Malang mengaku menjamin tidak ada masalah terkait pengadaan alat Antropometri kit senilai Rp 21 miliar meski itu menggunakan sistem E- Catalog.

Sebab, ia mengaku mulai pembuatan kerangka kerja, kontrak nilai, menentukan jenis produknya, sampai melihat pengerjaan barangnya di pabrik, dirinya mengandeng Kejaksaan.

"Nggak usah khawatir, segala kegiatan terkait pengadaan barang itu kami selalu melibatkan kejaksaan. Bukan cuma kami ajak ke pabriknya, namun saat barang datang dan dibagikan ke posyandu, kami melibatkan kejaksaan untuk mengeceknya, supaya tidak ada masalah dikemudian hari " kata Wiyanto, Senin (30/10/2023).

Menurutnya, pengadaan Antropometri itu berupa timbangan bayi digital, timbangan dewasa digital (timbangan injak), alat ukur tinggi badan (Stadiometer), alat ukur panjang badan (Infantometer), alat ukur lingkar kepala, alat ukur lingkar lengan. Itu berasal dari anggaran pusat atau DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2023 senilai Rp 21 miliar yang diberikan kepada 1.886 posyandu di Kabupaten Malang.

"Masing-masing posyandu dapat satu set alat Antripometri kit dengan nilai Rp 11 juta per set-nya. Itu produk dalam negeri dengan mereknya sama (InnoQ). Dan, saat ini sudah kita bagikan ke masing-masing posyandu " ungkapnya.

Selain mendapat bantuan dari DAK buat pengadaan Antropometri kit senilai Rp 21 miliar, lanjut Wiyanto, bersamaan itu juga dapat bantuan alat serupa dari Kementrian Kesehatan. Bantuan itu bukan dalam bentuk uang namun langsung dalam bentuk barang kalau dari Kementerian Kesehatan, yakni 400 set Antropometri kit.

Jika itu diuangkan seperti pengadaan barang dari DAK itu sama dengan Rp 4,4 miliar karena per set-nya Rp 11 juta.

"Sebelumnya, tahun 2022 Kabupaten Malang juga dapat bantuan serupa dari pusat, yakni 500 set Antropometri kit," ujarnya.


Selain ada pengadaan Antropometri, di RSUD Kanjuruhan juga ada pengadan alat incenerator (mesin bakar sampah) senilai Rp 1,8 miliar dan fluoroscopy radiology senilai Rp 6,4 miliar. Informasinya, rekanan yang jadi pemenangnya adalah sama dengan yang mengerjakan Antropometri.

"Makanya, itu kami selaku pesankan agar hati-hati dan jangan sampai ada dugaan main mata," pungkas Saiful.(fiq)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved