Profil Budiono Sutikno Eks PSIS Semarang Hidup Miskin Sakit-sakitan, Dulunya Striker dan Top Scorer

Profil Budiono Sutikno eks PSIS Semarang hidup miskin sakit-sakitan, dulunya striker dan top scorer.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Instagram @psisfcofficial/Kompas.com
Budiono Sutikno mantan pemain PSIS Semarang. Profil Budiono Sutikno eks PSIS Semarang hidup miskin sakit-sakitan, dulunya striker dan top scorer 

SURYAMALANG.COM, - Inilah profil Budiono Sutikno mantan pemain PSIS Semarang yang hidup miskin dan sakit-sakitan.

Dari profil Budiono Sutikno, ayah dua anak itu dulunya berposisi sebagai striker dan top scorer di Ligina I saat membela PSIS Semarang

Sepak terjang dan biodata Budiono Sutikno sebagai legenda PSIS Semarang juga cukup diperhitungkan. 

Sayangnya karir Budiono Sutikno yang cemerlang di masa muda berubah drastis setelah pensiun. 

Budiono Sutikno dikabarkan mengalami sakit katarak, diabetes dan susah bernapas karena hidungnya yang pecah semasa dulu aktif jadi pesepakbola. 

Kondisi perekonomian yang buruk juga memaksa anak Budiono Sutikno terlambat sekolah bahkan jadi pemulung. 

Ditambah lagi istri Budiono Sutikno mengalami sakit stroke dan butuh perawatan khusus. 

Lantas seperti apa profil Budiono Sutikno dan sepak terjangnya di masa muda?

Budiono Sutikno pemain PSIS Semarang yang bermain pada musim 1994-1995 di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia I (Ligina I).

Ligina 1 merupakan musim dimulainya Liga Indonesia setelah penggabungan kompetisi Perserikatan dan Galatama dengan nama Liga Dunhill.
 
Budiono Sutikno sangat melekat di hati Panser Biru, fans setia PSIS Semarang karena dikenal sebagai mesin pencetak gol.

'Tidak banyak dribling bola, tapi di kotak penalti Budiono adalah predator. Gol-golnya ajaib' tulis akun _petromak di postingan @psisfcofficial.

Dikalangan para suporter, Budiono Sutikno mendapat julukan pemain depan terbaik.

'Striker top duet dengan ricky yakob dan yessi mustamu' timpal akun @liberazo.

Perjalanan Karir Budiono Sutikno:

PSIS Semarang

Di Ligina I, Budiono bergabung bersama PSIS Semarang yang kala itu diperkuat Ricky Yacob, Jessie Mustamu, dan Kiper Sukabar.

Di musim tersebut, PSIS Semarang ditangani oleh pelatih Sartono Anwar.

Meskipun PSIS Semarang tidak menunjukan prestasi yang luar biasa pada musim itu (hanya menduduki posisi 13 wilayah timur), namun Budiono tampil sebagai top scorer klub dengan mencetak 11 Gol.

PKT Bontang

Menghadapi Ligina II musim kompetisi 1995-1996, Budiono hijrah ke PKT Bontang yang saat itu dihuni oleh sederet pemain bintang seperti Fachry Husaini, Amir Yusuf Pohan, Fouda Ntasama, serta penjaga gawang Sumardi.

Persiba Balikpapan

Budiono bermain untuk Persiba Balikpapan di Liga Indonesia tahun 1997.

Selama bermain di Persiba Balikpapan Budiono mencetak 4 gol yang masing-masing dicetak ke gawang Persipura Jayapura 1 (satu) gol dalam pertandingan yang berkesudahan 4-4.

Lalu 1 (satu) gol Petrokimia Putra dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Persiba Balikpapan.

Serta 2 (dua) gol yang dicetak ke gawang Gelora Dewata dalam pertandingan yang berkesudahan dengan skor 2-0 untuk Persiba Balikpapan.

Pasca Pensiun

Budiono tidak melanjutkan kariernya di dunia sepak bola namun justru banting stir menjadi paranormal sehingga namanya tenggelam dan terlupakan.

Namun April 2015, nama Budiono Sutikno kembali mencuat namun kali ini karena kasus penipuan.

Budiono Sutikno divonis dua tahun penjara dalam sidang kasus penipuan terhadap wanita yang bernama Hayati Mulyani di Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada tanggal 14 April 2015.

Hidup Miskin dan Sakit-sakitan

Nama Budiono Sutikno menjadi bahan perbincangan warganet setelah fotonya pasca-pensiun dari dunia sepakbola viral di media sosial.

Belakangan diketahui legenda PSIS Semarang itu hidup dalam kondisi menyedihkan.

Kabar terbaru Budiono Sutikno dibagikan oleh akun resmi PSIS Semarang @psisfcofficial pada Senin (23/10/2023) lalu.

Lewat sebuah foto, terlihat Budiono Sutikno hanya bertelanjang dada duduk menyandar tembok.

Sejumlah area tubuhnya tampak terluka karena digerogoti penyakit diabetes.

Kata Manajemen PSIS Semarang

Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi membenarkan Budiono Sutikno dalam kondisi sakit.

Yoyok Sukawi lantas menyebut sejumlah masalah kesehatan diderita Budiono Sutikno

"Sakit diabetes dan hidung pecah akibat cedera saat masih aktif bermain bola. Dan mata sedikit buta karena katarak," katanya, dikutip dari Kompas.com (grup Suryamalang), Jumat (26/10/2023).

Melihat kondisi legenda PSIS Semarang, manajemen tidak tinggal diam.

Tim sudah diterjunkan guna menyalurkan bantuan kepada Budiono Sutikno.

Yoyok Sukawi berharap pihaknya dapat sedikit meringankan beban mantan pemainnya itu.

"Ini sebagai wujud kepedulian PSIS kepada mantan pemain yang membutuhkan," tegasnya.

Pengakuan Budiono Sutikno

Dalam sebuah kesempatan, Budiono Sutikno menceritakan kisah hidupnya. 

Sejak tahun 2018, Budiono Sutikno tinggal di sebuah rumah susun di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Budiono Sutikno hanya tinggal bersama dua anaknya yang masing-masing berumur 16 tahun dan 14 tahun.

Sementara istrinya sudah setahun belakangan tidak tinggal bersama dirinya karena sakit store dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Ketileng, Semarang.

Sebelum di rusun, Budiono Sutikno sempat tinggal di kos-kosan, namun karena tidak bisa membayar biaya sewa Ia pun terusir.

Urusan kebutuhan sehari-hari Budiono Sutikno mengandalkan bantuan dari orang lain.

Budiono Sutikno kerap menerima bantuan dari sejumlah pihak mulai relawan, pemain lain hingga para pelatih.

"Mencukupi kebutuhan keluarga bantuan dari teman bola-bola. Yang paling dominan itu Aji Santoso dan Rahmat Darmawan," ucap Budiono Sutikno dikutip dari Kompas.com.

Budiono melanjutkan, meski sering dapat bantuan keluarganya tetap berusaha mencari uang.

Anak pertamanya mengumpulkan rupiah demi rupiah dengan cara memulung barang bekas untuk dijual.

Sedangkan Budiono Sutikno sudah tidak bekerja karena keterbatasan fisik.

Budiono Sutikno bahkan mengaku sulit bernapas karena hidungnya pecah akibat cedera saat masih aktif bermain.

Selain itu, Budiono Sutikno juga menderita diabetes dan sedang membutuhkan biaya untuk operasi.

"Saya perlu operasi katarak sama hidung," bebernya.

Budiono Sutikno juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada manajemen PSIS Semarang.

"Terima kasih Pak Yoyok. Karena kasih umroh, saya minta oleh-oleh air zamzam dari Arab Saudi dan ditunggu kedatangan Pak Yoyok ke sini," tandasnya.

Demikian profil Budiono Sutikno mantan pemain PSIS Semarang yang hidup miskin dan sakit-sakitan.

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved