Berita Malang Hari Ini
Seruan Merawat Kondusifitas pada Pemilu 2024 di Kota Malang
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, Presiden RI, Joko Widodo telah menginstruksikan semua kepala daerah bisa menjaga kondusifitas
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM, MALANG - Semua pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan Pemilu 2024 harus menjaga kondusifitas Kota Malang. Meskipun dalam pemilu terdapat perbedaan pilihan, tidak ada alasan untuk tidak menjaga harmonisasi masyarakat. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, Presiden RI, Joko Widodo telah menginstruksikan semua kepala daerah bisa menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing.
Berkaca pada Pemilu periode sebelumnya, telah tercipta polarisasi sehingga terjadi benturan pendapat di masyarakat. Wahyu berharap hal seperti itu tidak terulang kembali pada Pemilu 2024.
"Perlu bagi kita berkaca pada penyelenggaraan Pemilu lalu, selalu ada dampak yang terjadi, seperti perbedaan pandangan yang dapat menganggu persatuan dan kesatuan. Ini keprihatinan karena jauh dari nilai persatuan," ujar Wahyu pada saat memberi sambutan acara Wawasan Kebangsaan kepada 570 Calon Legislatif Kota Malang.
Ia mengungkapkan Pemilu 2024 harus diwarnai kegembiraan dan suka cita. Masyarakat pantas merasakan hal itu karena merekalah yang akan memberikan mandat suara. Kota Malang telah dihuni oleh berbagai orang dengan latar belakang beragam, sehingga sangat penting untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan tersebut.
"Itu semua tidak terlepas dari keterlibatan para Caleg. Mengapa saya katakan demikian, Kota Malang identik dengan pluralisme. Kerukunan dan toleransi dijaga dengan baik. Saya berharap konstelasi politik tidak merusak marwah kerukunan di Kota Malang. Ketika bicara tentang wawasan kebangsaan, kepentingan negara di atas segalanya. Perbedaan dalam politik adalah hal yang biasa. Maka pesan saya, mari bersatu kembali. Setelah Pemilu selesai, kembali ke persatuan seperti sebelumnya," ajaknya
Wahyu juga menjelaskan, bahwa penguatan wawasan kebangsaan ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk menjaga kondusifitas pada Pemilu 2024. Sebelumnya Wahyu bersama Bawaslu Kota Malang dan KPU Kota Malang juga telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Penyelenggaraan Pilkada 2024 pada Jumat (3/11/223).
Pada kegiatan ini Wahyu bersama jajaran Forkopimda, Bawaslu Kota Malang, KPU Kota Malang dan 18 pimpinan partai politik peserta Pemilu 2024 di Kota Malang menandatangani Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024.
Ketua DPRD Kota Malang, yang maju kembali sebagai calon legislatif, I Made Riandiana Kartika mengatakan para Caleg memiliki tanggungjawab menjaga kondusifitas Kota Malang sepanjang pelaksanaan Pemilu. Deklarasi Pemilu Damai yang telah ditandatangani juga disebutnya sebagai langkah positif dari Kota Malang.
"Mungkin baru pertama kali di Indonesia, ada deklarasi kampanye damai sebelum pelaksanaan 28 November 2023. Inilah muatan lokal Kota Malang yang luar biasa, kami para ketua partai juga komunikasi. Dengan program ini, benar-benar bisa dirawat di Kota Malang," katanya.
Ia juga mengajak para Caleg bisa berkompetisi dengan baik. Terutama menyiapkan mental untuk siap kalah. Pasalnya, dari 570 Caleg yang maju, akan diambil 45 orang untuk duduk sebagai anggota legislatif.
"Kami harapkan, ayo berpesta sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Bawaslu ada aturan, KPU ada aturan, itu yang kami ikuti. Kalau partai pasti memberikan rambu-rambu. Para Caleg juga harus siap mental karena dari 570, yang jadi 45. Artinya satu orang harus mengungguli 13 calon yang lain," paparnya. (Benni Indo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Pj-Wali-Kota-Malang-Wahyu-Hidayat-membubuhkan-tandatangan.jpg)