Kamis, 16 April 2026

Berita Malang Hari Ini

UWG Malang Kukuhkan 311 Wisudawan, Ada yang Diterima Bekerja di Bank dan Beasiswa LPDP

-Universitas Widyagama (UWG) Malang melaksanakan wisuda program diploma, sarjana dan pascasarjana ke 83 semester genap 2022/2023, Sabtu (25/11/2023).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
sylvianita widyawati
Universitas Widyagama (UWG) Malang melaksanakan wisuda program diploma, sarjana dan pascasarjana ke 83 semester genap 2022/2023, Sabtu (25/11/2023). Jumlahnya mencapai 311 wisudawan. Dari wisudawan itu, ada yang sudah diterima bekerja di bank serta ada yang menerima beasiswa LPDP untuk melanjutkan kuliah S2. Ada juga yang masih berjuang mendapatkan pekerjaan. 

SURYAMALANG.COM,MALANG-Universitas Widyagama (UWG) Malang melaksanakan wisuda program diploma, sarjana dan pascasarjana ke 83 semester genap 2022/2023, Sabtu (25/11/2023). Jumlahnya mencapai 311 wisudawan. Dari wisudawan itu, ada yang sudah diterima bekerja di bank serta ada yang menerima beasiswa LPDP untuk melanjutkan kuliah S2. Ada juga yang masih berjuang mendapatkan pekerjaan.


Menurut Dr Ir Fachrudin MT, ketua pelaksana wisuda menyatakan bahwa pelaksanakan wisudandi UWG akan diadakan tiap semester. Sehingga setahun bisa digelar wisuda dua kali. "Jadi wisudawan yang di semester gasal ini adalah mereka yang lulusan semester genap. Yaitu periode terakhir Agustus 2023. Alhamdulilah ada 311 orang," jelas Wakil Rektor I UWG ini pada suryamalang.com, Jumat (24/11/2023).


Ia memastikan meski wisuda akan dilakukan tiap semester, kampus tetap menjaga kualitas akademik. "Karena setiap wisuda, kami akan lapor ke LL Dikti. Bahwa yang wisuda adalah sudah beres akademiknya," jelas ia. Dikatakan, wisuda kali ini terbilang spesial. Ada wisudawan berprestasi, meraih nilai cumlaude dan direkrut perusahaan baik nasional dan lokal. Terutama mereka yang pernah mengikuti MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).  


"Sangat bermanfaat MBKM ini dan diterima baik mahasiswa meski ini sifatnya hak, bukan kewajiban," jelas dia. Ia berpesan pada wisudawan agar bisa turun ke masyarakat untuk mengaktualisasikan disiplin keilmuannya dengan baik dengan etika akademik. Serta diminta menjaga nama baik almamater. Wisudawan Syifaatuz Zadida Ilyas dari prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UWG sejak delapan bulan lalu bekerja di bank swasta.


Namun pada 7 November 2023 lalu ia lolos  beasiswa LPDP di S2 Akuntansi di FEB Universitas Brawijaya (UB) Malang. "Soal tips lolos di LPDP, terus terang saya tidak punya tips khusus. Saya mempersiapkan diri di sela bekerja di bank," jawab Syifa.  "Yang penting berusaha, ada kemauan kuat. Meski sibuk, jika ada kemauan, pasti ada jalannya," jawab dia. Setelah lolos seleksi administrasi, ia mempersiapkan diri sepulang kerja.


Sebab berikutnya ada tes bakat skolastik berupa tes tulis. Setelah dinyatakan lolos itu, ada tes substansi dimana dihadapkan pada tiga orang dari Kementrian Keuangan tentang rencana keminatan dan kontribusi buat Indonesia apa. Juga ditanya sedikit soal skripsinya dan bidang akademik. "Karena mendapat beasiswa LPDP, saya setelah ini akan fokus kuliah S2," jawabnya.


Sedang wisudawan Muhammad Syarif Bija' dari Fakultas Pertanian prodi Agribisnis mengatakan setelah wisuda akan melanjutkan kerja. "Ingin mendapatkan pekerjaan sesuai bidang saya," jawab dia. Skripsinya menyoroti pariwisata khususnya homestay di Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. "Saya memilih pariwisata karena di agrisbinis juga mempelajari pariwisata," jelas dia.


Dikatakan, kunjungan wisatawan anjlok 100 persen saat pandemi Covid 19 yang berdampak pada homestay. Sebab ada banyak batasan regulasi dari pemerintah seperti lockdown dan lainnya. Namun kini sudah meningkat lagi pasca pandemi. Di Gubuk Klakah ada 60 an homestay namun yang dijadikan penelitian skripsinya ada 49 homestay.


Sedang Duwi Yudhanengtyas Galularasati Maharani Putri, wisudawan dari Fakultas Hukum termasuk mahasiswa berprestasi 2021-2022. Ia aktif mengikuti kegiatan seperti magang BUMN, Kampus Mengajar dan P2MW (kewirausahaan). "Saya memang inisiatif sendiri ikut kegiatan seperti itu. Mumpung masih mahasiswa, gas saja," kata wisudawan dari Kota Batu itu.


Skripsi Maharani tentang prostitusi di Kota Batu. "Saya angkat tentang regulasinya. Karena di sana tidak ada regulasi yang  jelas seperti perda yang mengatur prostitusi. Beda dengan beberapa kota lainnya sudah diatur," jawab dia. Maka diskripsinya ia memberi saran agar ada perda itu. "Sebab Indonesia adalah negara hukum. Maka acuannya ya di hukum sebagai pedoman. Apalagi nanti dampaknya ke citra Kota Batu sebagai kota pariwisata," jelas Maharani.


Sedang Reza Rafi Saputra, wisudawan dari Fakultas Teknik direkrut bekerja di bank di Surabaya berawal dari ikut magang BUMN selama enam bulan. Ternyata berikutnya ada ada rekrutmen pegawai dimana ia bertugas sebagai fasilitator. "Magang sangat bermanfaat bagi mahasiswa akhir seperti saya," jelas Rafi. Saat magang BUMN selama enam bulan, ia tugas di general affair. 


"Memang bekerja di beda prodi  menjadi tantangan. Saya awal kuliah memang ingin di Teknik Sipil. Tapi di tengah semester kok ingin merasakan di dunia perbankan. Tapi saya baru lolos magang di semester tujuh," paparnya. Maka ia menyarankan agar mahasiswa mencoba magang kerja karena akan merasakan manfaatnya. "Selagi muda dan ada kesempatan. Waktu tidak akan terulang lagi," pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved