Sabtu, 25 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, Wient Ramadhani Ubah Rajutan dari Hobi Jadi Bisnis

mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wient Ramadhani menekuni rajutan sejak pandemi Covid-19 tahun 2020.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
DOK./UMM
Wient Ramadhani (berdiri) mengajarkan rajutan ke peserta workshop beberapa waktu lalu. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wient Ramadhani menekuni rajutan sejak pandemi Covid-19 tahun 2020.

Seiring berjalannya waktu, mahasiswi Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berbagai pengalaman merajut dari workshop ke workshop.

Wanita yang akrab disapa Wiwin ini sempat kebingungan saat pemerintah membatasi kegiatan masyarakat selama pandemi Covid-19. Sebagaimana mahasiswa lain, Wiwin juga tidak bisa kuliah di kampus.

"Kelas kuliah digelar secara online. Lambat laun, saya merasa bosan. Akhirnya saya mencari hobi baru selain membaca," kata Wiwin kepada SURYAMALANG.COM, Senin (25/12).

Wiwin belajar merajut secara autodidak dari internet. Wiwin pun mengisi waktu luang dengan merajut, baik merajut tas, mapun pernak-pernik, seperti gantungan kunci, boneka, dan sebagainya.

Kemudian Wiwin berkolaborasi dengan event organizer untuk membuka workshop bertajuk Spotted Chunky Knit Bag. Wiwin berbagi pengetahuan dengan masyarakat yang ingin belajar merajut.

Total Wiwin sudah 12 kali menggelar workshop merajut tas di berbagai daerah, baik di Malang Raya maupun di luar Malang Raya.

"Saat pertama kali memberi materi dan praktik, saya merasa agak takut," terangnya.

Bagi Wiwin, mengadakan workshop tidak hanya mendapat tambahan uang saku, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, dan membangun relasi antar sesama. Wiwin menyadari belajar merajut cukup sulit. Mengajarkan merajut pun tidak cukup hanya dua jam.

"Makanya setiap workshop saya membatasi jumlah peserta hanya 10 sampai 15 orang," imbuhnya.

Dari hobinya ini, Wiwin membuka produksi rajutan homemade yang tersedia di platform komersil. Peserta workshop juga bisa membangun peluang lapangan pekerjaan baru.

Pemilik akun Instragram @ini.rajutanku berpesan kepada anak muda untuk terus berani mencoba dan jangan takut gagal.

"Tidak ada salahnya untuk mencoba walaupun progresnya perlahan-lahan. Meski kita masih muda dan mahasiswa, bukan berarti kita tidak bisa berinovasi. Jangan lupa juga mengejar pendidikan," urainya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved