Berita Persebaya Hari Ini

Laga Persebaya di Surabaya, Arema FC dan Persib Bandung Jadi Daya Tarik bagi Bonek

Arema FC dan Persib Bandung menjadi daya tarik untuk menarik kehadiran bonek ke laga home Persebaya Surabaya.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Habibur Rohman
Bonek saat memberi dukungan langsung pada Persebaya di Stadion GBT, Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Arema FC dan Persib Bandung menjadi daya tarik untuk menarik kehadiran bonek ke laga home Persebaya Surabaya.

Terbukti dua klub yang identik dengan warna itu mampu menarik perhatian Bonek dibandingkan klub lain di Liga 1 2023/2024.

Jumlah Bonek yang menyaksikan pertandingan home Persebaya di Liga 1 musim ini masih fluktuatif. Bahkan Persebaya merasakan dua rekor kehadiran suporter paling sedikit di laga kandang dalam sejarah kembalinya Bajul Ijo ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Catatan kehadiran suporter terendah terjadi pada laga pekan 6 saat Persebaya melawan Persikabo 1973 pada 4 Agustus 2023 lalu. Tercatat tiket yang terjual hanya mencapai 1.601 lembar saja.

Catatan kehadiran suporter terendah kedua terjadi pada laga pekan 8 saat Bajul Ijo melawan Persita Tangerang. Pertandingan yang digelar pada 12 Agustus 2023 tersebut hanya menarik 3.012 orang untuk membeli tiket.

Kedatangan Persija Jakarta ke kandang Persebaya sudah tidak menjadi daya tarik bagi Bonek. Saat laga Persebaya vs Persija di pekan 22, hanya 9.180 orang yang menonton pertandingan. Jumlah ini sangat miris karena laga Persebaya vs Persija termasuk laga big match yang dinantikan oleh penikmat sepak bola Indonesia.

Sedangkan rekor pertandingan terbanyak terjadi pada laga pekan 13 saat Persebaya menjamu Arema FC pada 23 September 2023. Penjualan tiket ludes mencapai 27.000 lembar tanpa kehadiran suporter Arema FC, Aremania.

Rekor kedatangan suporter terbanyak kedua terjadi di laga pekan 15 saat Persebaya melawan Persib Bandung. Sebanyak 21.107 orang hadir dalam laga yang digelar pada 7 Oktober 2023 tersebut.

Catatan-catatan tersebut sangat kontras dibandingkan dengan musim sebelum-sebelumnya yang rata-rata dihadiri oleh 28.536 penonton setiap pertandingan home Persebaya.

Pada masa itu, sebanyak 50.000 penonton hadir dalam seluruh laga big match melawan Arema FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan laga penutup melawan PSIS Semarang.

Fultuasi minat Bonek datang ke laga home Persebaya ini ditengarai karena penampilan Bajul Ijo yang inkonsisten. Sebenarnya Persebaya memiliki misi untuk meraih gelar juara Liga 1 2023/2024 awal musim ini.

Tapi, enam laga pertama musim tidak berjalan mulus dengan hanya sekali menorehkan kemenangan. Selain itu, Persebaya tidak mampu memetik kemenangan pada tiga laga kandang pertama.

Situasi semakin buruk karena keputusan pergantian pelatih yang terlalu cepat dari Aji Santoso ke Uston Nawawi dan ke Josep Gombau. Aji Santoso hanya memimpin enam pekan, Uston Nawawi memimpin enam pekan, dan Josep Gombau memimpin enam pekan.

Pergantian pelatih yang terlalu cepat itu membuat tim kehilangan ciri khas permainan karena filosofi setiap pelatih yang berbeda-beda. Akibatnya, saat ini Persebaya menempati posisi 13 klasemen sementara dengan 26 poin hasil dari enam kali menang, delapan kali seri, dan delapan kali kalah.

Pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi mengatakan fulktuasi kedatangan suporter di laga home merupakan fenomena yang normal.

Uston tidak mau menyalahkan Bonek yang tidak mau mendukung Persebaya. Justru Uston mawas diri mencari alasan mengapa Bonek enggan datang ke stadion. "Semuanya ada hukum sebab akibat. Kalau prestasi tim turun, animo suporter turun. Itu hal wajar," ujar Uston.

Bangkit dan menang menjadi satu-satunya solusi untuk mengatasi fulktuasi kedatangan penonton. Ketika Persebaya bermain bagus, Bonek tidak akan berpikir dua kali untuk meramaikan stadion. "Semoga kami cepat bangkit. Intinya di situ," imbuhnya.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved