Berita Arema Hari Ini
Daftar Alasan Widodo Layak Jadi Pelatih Arema FC Musim Depan, Sederhana Tapi Tepat Sasaran
Daftar alasan Widodo layak jadi pelatih Arema FC musim depan Liga 1 2024-2025, sederhana tapi tepat sasaran, bisa dipertahankan.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Intip daftar alasan Widodo layak jadi pelatih Arema FC lagi di musim depan kompetisi Liga 1 2024-2025.
Selain sosoknya yang tak banyak mengumbar janji, Widodo nyatanya cukup sederhana dalam memainkan peran tapi juga tepat sasaran.
Pelatih bernama lengkap Widodo Cahyono Putro itu mejadi pelatih terakhir di Liga 1 2023 setelah Arema FC hampir putus asa mencari sosok yang tepat agar tidak terdegradasi.
Sesuai klausul kontrak, tugas Widodo sebagai pelatih kepala Arema FC selesai sampai pertandingan di kompetisi Liga 1 2023/2024 berakhir.
Bersama Arema FC di musim ini, Widodo telah memainkan 10 pertandingan dengan telah mencatatkan lima kali kemenangan, tiga kekalahan dan dua kali imbang.
Widodo juga jadi pelatih satu-satunya, dari empat pelatih Arema FC musim Liga 1 2023/2024 yang mampu membawa Singo Edan keluar dari zona degradasi.
Berikut ini daftar alasan kenapa Widodo layak dipertahankan jadi pelatih Arema FC lagi di musim depan melansir wearemania.net:
1. Penyelamat Dari Degradasi
Tak sedikit Aremania yang menilai Widodo sudah berjasa sebagai penyelamat Arema FC dari degradasi.
Itu sebabnya pelatih berusia 53 tahun itu dinilai pantas untuk mendapatkan perpanjangan durasi kontrak.
2. Paham Karakter Pemain
Widodo dinilai sudah paham karakter para pemain Arema FC, meski baru melatih di 10 pertandingan terakhir musim ini.
Hal itulah yang menjadi nilai lebih ketimbang jika Arema FC memilih pelatih baru.
3. Taktikal Mudah Dipahami

Selain pelatih lokal, tidak sedikit Aremania yang menilai Widodo punya taktikal yang mudah dipahami para pemain Arema FC.
Kelebihan itulah yang memudahkan Widodo meracik komposisi pemain ‘warisan’ sebagai kekuatan tim untuk meraih kemenangan.
4. Leadership yang Baik
Satu yang tak kalah penting, Widodo dinilai memiliki leadership alias kepemimpinan yang baik di mata para pemain Arema FC.
Kebersamaan pemain yang kembali tercipta saat dilatih Widodo setidaknya menjadi cukup bukti karakter tersebut.
5. Tahu Kelemahan yang Harus Dibenahi
Kebersamaan dalam dua bulan terakhir membuat Widodo setidaknya tahu kelemahan yang harus dibenahi Arema FC untuk musim depan.
Eks pelatih Bali United itu pun sudah menegaskan jika segala aspek harus dibenahi untuk menyambut musim baru.
Sosok Widodo C Putro
Widodo Cahyono Putro lahir di Cilacap pada 8 November 1970 yang dikenal karena mencetak gol dengan tendangan salto dalam pertandingan melawan Kuwait di Piala Asia 1996.
Pria 53 tahun itu memulai perjalanannya di dunia sepak bola sebagai seorang pemain profesional.
Saat menjadi pemain, Widodo Cahyono mengawali karir profesional di klub Galatama, Warna Agung (1990–1994).
Bakatnya ditemukan oleh Endang Witarsa dan setelah itu Widodo Cahyono pindah ke Petrokimia Putra Gresik, hingga 1998.
Di Klub inilah penampilan Widodo semakin meningkat dan menjadi bagian dari Tim Nasional Sepak Bola Indonesia.
Selama bergabung di Timnas, Widodo Cahyono berhasil meraih prestasi hasil dari tendangan saltonya saat melawan Kuwait yang dinobatkan sebagai gol terbaik Piala Asia AFC 1996.
Setelah selama empat tahun, Widodo Cahyono pindah ke Persija Jakarta hingga 2002.
Setelah dari Persija Jakarta Widodo Cahyono kembali ke Petrokimia Putra Gresik hingga gantung sepatu dan menjadi seorang pelatih di klub tersebut.
Karir Sebagai Pelatih
Sebagai Pelatih, Widodo Cahyono mengawali karier di klub lamanya Petrokimia Putra Gresik (2004).
Kemudian Widodo Cahyono menjadi asisten pelatih di Persijap Jepara selama dua musim.
Selain itu pada tahun 2006 hingga 2008, Widodo juga dipercaya BTN untuk menjadi asisten pelatih Tim nasional sepak bola Indonesia Pra Olimpiade, SEA Games dan Kualifikasi Piala Asia.
Kemudian pada 2009, Widodo Cahyono dipercaya membesut tim Persela Lamongan menggantikan M. Basri.
Sayangnya pada musim 2009-2010 putaran kedua posisi Widodo Cahyono digantikan oleh Djoko Susilo.
Lantas Widodo Cahyono kembali dipercaya BTN untuk mendampingi Alfred Riedl bersama dengan Wolfgang Pikal dan Edi Harto di Piala Suzuki AFF 2010.
Setelah itu pada tanggal 10 Mei 2017, Widodo Cahyono resmi jadi pelatih Bali United F.C. menggantikan Eko Purjianto yang sebelumnya menjabat pelatih interim.
Lalu pada 29 November 2018, Widodo Cahyono resmi mengakhiri kerjasama dengan Bali United.
Menurut kabar yang beredar, alasan klausul dalam kontrak yang menyebut kerja sama sang pelatih dengan klub berakhir ketika terjadi tiga kekalahan beruntun, menjadi penyebab.
Berikut rangkuman karir Widodo Cahyono sebagai pemain dan pelatih:
Karier senior:
Tahun Tim Tampil (Gol)
1990–1994 Warna Agung ?? (??)
1994–1998 Petrokimia Putra (39)
1998–2002 Persija Jakarta ?? (15)
2002–2004 Petrokimia Putra 25 (15)
Tim nasional
Tahun Tim Tampil (Gol)
1991–1999 Indonesia 55 (14)
Kepelatihan
2010–2011 Indonesia (Asisten pelatih)
2012 Indonesia U-21
2013 Gresik United
2014 Indonesia (Asisten pelatih)
2015 Persepam Madura Utama
2016–2017 Sriwijaya
2017–2018 Bali United
2019–2022 Persita
2022–2023 Bhayangkara
2023–2024 Deltras
2024– Arema FC
Karakternya Dianggap Cocok
Selepas memutus kontrak pelatih Fernando Valente, manajemen Arema FC saat itu bergerak cepat untuk merekrut pelatih anyar.
Manajemen tim beralias Singo Edan itu menunjuk Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih kepala baru untuk memimpin tim di sisa kompetisi Liga 1 2023.
Menurut manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas, Widodo dipilih sebagai pelatih kepala karena dinilai memiliki karakter kuat untuk menangani tim.
Terlebih saat itu Arema FC membutuhkan figur yang memiliki karakter untuk mengangkat prestasi tim demi bisa lepas dari zona degradasi.
"Alasannya yang pertama adalah karakter dan pengalaman, kami menilai coach Widodo adalah figur pelatih yang memiliki karakter serta pengalaman" ujar Wiebie Dwi Andriyas saat itu dikutip dari laman Arema FC, (9/2/2024).
"Tentu tidak lain hal ini dilakukan sebagai upaya agar Arema FC bisa lepas dari zona degradasi," tambah Wiebie.
Figur pelatih lokal menjadi pilihan utama karena di rentang waktu yang tersisa Arema FC harus meminimalisir risiko, termasuk proses adaptasi.
Hal ini ikut diungkap oleh General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi.
"Artinya di waktu yang ada ini kami harus memiliki opsi-opsi strategis, pelatih lokal dipilih karena dari sisi adaptasi mungkin tidak butuh waktu lama, demikian juga dengan komunikasi dengan pemain, ini yang penting" ungkap Yusrinal.
"Karena harus kita akui, proses adaptasi kalau dengan pelatih asing itu tidak membutuhkan waktu yang singkat" lanjut Yusrinal.
"Pergantian ini juga didukung oleh pemain," tambah Yusrinal.
Ikuti berita lainnya di News Google >> SURYAMALANG.COM.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp
alasan Widodo layak jadi pelatih Arema FC
Widodo layak jadi pelatih Arema FC
pelatih Arema FC
Liga 1 2024-2025
Widodo
Widodo Cahyono Putro
Arema FC
Arema
suryamalang
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Alasan Rekrut Agusti Ardiansyah, 2 Sosok Pengganti Achmad Maulana |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Keterangan Dokter Cedera Achmad Maulana, Absen Hingga Akhir Musim |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Bareng Persib Borong Penalti Terbanyak, Bomber Tandingan Dalberto |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Kondisi Achmad Maulana Asa Bela Timnas Pupus, 3 Rekor di Kandang |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Jumlah Penonton Turun Drastis Aremania Kenapa? Dalberto Top Skorer |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.