Berita Viral
Penyebab Pegawai Dishub Viral Hapus Tulisan Parkir Gratis di Minimarket, Ternyata Memang Gak Gratis
Penyebab pegawai Dishub viral hapus tulisan parkir gratis di minimarket, ternyata memang gak gratis, ini penjelasannya.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Penyebab pegawai Dishub hapus tulisan parkir gratis di minimarket terungkap setelah video-nya viral di media sosial.
Rupanya, tulisan parkir gratis dihapus karena memang parkir di minimarket tersebut harus membayar retribusi.
Hal ini memang cukup aneh mengingat umumnya lahan parkir di minimarket terpasang tulisan "parkir gratis".
Bahkan meski sudah ada tulisan "parkir gratis" terkadang juga masih ada penarikan parkir liar.
Rupanya peristiwa dalam video viral ini berbeda.
Awalnya, video pegawai Dishub tersebut dibagikan oleh akun TikTok @sekotongmendunia, Kamis (27/6/2024).
Dalam video, terlihat seorang petugas Dishub membawa cat semprot di salah satu tangannya.
Cat berwarna putih tersebut disemprotkan ke arah tulisan parkir gratis yang tertempel di dinding bagian depan minimarket Indomaret.
Pertama petugas Dishub menyemprotkan cat di bagian keterangan, kemudian ke bagian "parkir gratis".
Setelah disemprot, keterangan parkir gratis pun menjadi tertutup.
Baca juga: Kronologi Bocah di Madura Mencuri Sepeda Listrik Nyaris Dihajar Massa, Untung Diselamatkan Polisi
Dishub atau Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) angkat bicara soal video viral tersebut.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, Fathurahman meminta maaf terkait video viral yang beredar.
"Kami atas nama dinas menyampaikan minta maaf atas ketidaknyamanan siapa pun itu, terkait video yang beredar viral," kata Fathurahman saat dikonfirmasi di Lombok Barat, Senin (1/7/2024).
Fathurahman membenarkan petugas berseragam yang ada di dalam video merupakan petugas Dishub Lombok Barat.
Fathurahman menegaskan, lokasi retail modern yang ada di video tersebut merupakan lokasi yang sejak awal menjadi objek retribusi di bawah pengelolaan dan pengawasan Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat.
"Lokasi yang dimaksud sebelumnya sejak awal menjadi objek retribusi, sudah ada petugasnya sudah ada juru parkirnya," terang Fathurahman melansir Kompas.com (grup suryamalang).
Fathurahman mengatakan, karena sudah masuk objek retribusi dan target penerimaan retribusi daerah, tentu akan berdampak jika hal tersebut tidak ditertibkan.
Fathurahman menyebutkan, lokasi retail modern yang videonya belakangan viral berada di Kabupaten Lombok Barat.
"Secara persis (lokasi) kurang tahu, tapi itu di daerah Labu Api di Terong Tawah kalau enggak salah di retail sana," kata Fathurahman.
Sebelum melakukan penghapusan tanda parkir gratis, petugas telah berkoordinasi dengan pengelola minimarket.
"Munculnya ini yang viral ini yang kita sendiri tidak tahu siapa gitu, tiba-tiba seperti ini," kata Fathurahman.
Baca juga: Curhat Driver Ojol Dapat Permintaan Aneh dari Pelanggan: Jadi Mata-mata, Lerai Pasangan Berantem
Fathurahman mengatakan, terkait parkir di retail modern sama perlakuannya dengan toko lain karena termasuk parkir tepi jalan.
Harus ada izin pengelolaan, jika mau dikelola sendiri maupun dikelola oleh pemerintah tentu ada regulasinya.
"Sekarang ini kita akan menertibkan bukan hanya di retail tetapi kita akan mulai menertibkan parkir khusus yang dikelola oleh masyarakat" jelas Fathurahman.
"Ini banyak sekali menarik bayaran tetapi tidak ada retribusi apalagi izin, nah ini akan kita atur ke depan supaya tertib," imbuh Fathurahman.
Fathurahman mengatakan, saat ini ada sekitar 300 juru parkir resmi yang tersebar di Kabupaten Lombok Barat.
Tarif parkir resmi untuk sepeda motor Rp 1.000 sementara mobil Rp 2.000.
Aturan parkir di minimarket, seperti Indomaret memang kerap menjadi pertanyaan publik.
Marketing Communication Executive Director Indomaret Bastari Akmal pernah menjawab pertanyaan ini.
Menurut Bastari, pihaknya tidak membebankan biaya parkir kepada konsumen.
Kendati demikian, kata Bastari, terkadang pemuda di daerah sekitar sering ada yang datang untuk membantu parkir konsumen.
Bastari menuturkan, konsumen Indomaret yang merasa terbantu karena diparkirkan atau dijaga oleh pemuda-pemuda itu bisa saja membayar parkir.
Namun, Indomaret tidak mewajibkan bayar parkir.
"Kalau merasa terbantu diparkirkan, dijagain, dibantuin, kasih tips Rp 1.000 Rp 2.000 ya monggo," kata Bastari melansir Kompas.com, Selasa (8/8/2023).
"Kalau konsumen nggak mau bayar ya enggak apa-apa karena parkirnya gratis," tambah Bastari.
Baca juga: Kondisi Pasien Kritis Saat Ambulans Disetop karena Jokowi Lewat, Anak Pilu Minta Tolong Tak Digubris
Bastari mengungkap, memang ada gerai Indomaret yang dijaga oleh tukang parkir resmi dari pemerintah daerah.
Namun, ini hanya berlaku di wilayah yang Pemda-nya tidak mewajibkan Indomaret membayar biaya retribusi.
"Ada (gerai) Indomaret yang wajib membayar retribusi ke Pemda. Saat membayar retribusi, parkir gratis," ujar Bastari.
Sebaliknya, Pemda akan menempatkan petugas parkir resmi di suatu lokasi yang tidak dipungut biaya retribusi.
Tukang parkir yang ditempatkan di lokasi tersebut akan menarik uang retribusi secara resmi langsung kepada konsumen Indomaret.
"Kalau tidak memungut retribusi, mereka (Pemda) menempatkan petugas parkir karena Indomaret tidak bayar retribusi," lanjut Bastari.
Namun, Bastari menyebut tukang parkir dari Pemda seharusnya merupakan petugas resmi dan mereka wajib memberikan karcis parkir kepada konsumen.
Selain itu, tukang parkir dari Pemda akan memakai seragam resmi bukan hanya pakaian biasa.
"Apabila tukang parkir tidak resmi, (lokasi gerai Indomaret) bukan di ruko, (lalu) ada anak-anak muda minta parkir tanpa seragam terserah konsumen mau bayar atau nggak," ujar Bastari.
Bestari menyatakan, para konsumen dapat membayar ataupun tidak kepada tukang parkir yang tidak resmi tersebut sesuai keinginan mereka.
hapus tulisan parkir gratis
tulisan parkir gratis
parkir gratis
pegawai Dishub
viral di media sosial
berita viral
Dinas Perhubungan
suryamalang
| 'Kita Saling Jaga' VIRAL Anies Basweda Semangati Wanita yang Depresi Sampai 7 Hari Tak Mandi |
|
|---|
| Rekam Jejak Yusuf Rio Bupati Situbondo Viral Video Call LC Janjikan Pekerjaan, Mantan Ketua BEM |
|
|---|
| Hendrik Irawan Kena Teguran BGN, Kini Mitra MBG Minta Maaf dan Akui Salah Soal Konten Joget Rp6 Juta |
|
|---|
| Sosok Pemudik Viral Pulang Kampung Naik Jet Pribadi ke Sulawesi Tenggara, Ini Profil La Ode Safiul |
|
|---|
| VIRAL Pemudik Diberi Kursi Plastik Padahal Bayar Rp 420 Ribu Saat Naik Bus, PO Murni Jaya Buka Suara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Penyebab-PegawaiDishubViral-HapusTulisanParkirGratisdiMinimarket-Ternyata-Memang-Gak-Gratis.jpg)