Selasa, 9 Juni 2026

Berita Situbondo Hari Ini

Tiga Dokter Spesialis RSUD Abdor Rahem Situbondo Mengundurkan Diri, Ini Alasan Versi Direktur

Direktur RSUD Abdoer Rachem Situbondo, dr Roekmy Prabarini Ario membenarkan pengunduran diri tiga dokter spesilis di RSU Abdor Rahem Situbondo itu

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Izi Hartono
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoer Rachem Situbondo 

SURYAMALANG.COM , SITUBONDO - Tiga dokter spesialis dikabarkan mengundurkan diri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoer Rachem Situbondo

Ketiga dokter mengundurkan diri dari tugasnya, diduga karena pihak rumah sakit milik Pemkab Situbondo itu belum memberikan haknya atau honornya.

Direktur RSUD Abdoer Rachem Situbondo, dr Roekmy Prabarini Ario membenarkan pengunduran diri tiga dokter spesilis di RSU Abdor Rahem Situbondo tersebut.

Menurutnya, mundurnya dokter spesialis itu tidak ada hubungannya dengan masalah honor yang belum dibayar itu, karena pembayarannya mengunakan BLUD.

"Kalau ada yang mundur iya, " ujarnya.

Roemy menjelaskan, para dokter spesialis itu mundur, mereka memiliki alasan masing masing.

"Yang mundur ada tiga orang dokter," katanya.

Ketiga dokter spesialis yang mundur itu, kata dr Roekmy, diantaranta dr spesialis oksyn, anestesis dan mata.

Meski ketiga dokter spesialis mengundurkan diri, sambungnya, di RSU masih banyak dokter spesialis.

"Misalnya dokter oksyn kan kita ada empat orang, jadi kalau mundur satu masih ada tiga orang dokter," jelasnya.

Selain itu, Roekmy mengungkapkan, meski  satu dokter aneatesis mundur, namun masih ada dokter anestesis yang dimiliki RSU Abdoer Rachem Situbondo.

"Dokter mata masih ada satu, dan itu masih bisa mengatasi," tukasnya.


Saat ditanya alasanya, dr Roekmy mengatakan, mereka memiliki alasan sendiri sendiri dan tidak ada kaitannya dengan rumah sakit.

Diantarnya, ada dokter yang beralasan karena anaknya sekolah di Surabaya dan ingin punya waktu untuk anaknya.

"Jadi dokter oksyn itu hanya membatasi praktek didua tempat," ujarnya.

Sementara itu, untuk dokter anestesi dibutuhkan RS Elishabet menjadi dokter tetap, sehingga dokter itu mau tidak.mau harus memilih.

"Kalau dokter mata itu diminta bapaknya membantu ayahnya di RS Elishabet juga. Jadi tidak ada kaitanya dengan gaji da jasa,"pungkasnya. (Surya/izi)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved